Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri memprediksi, pada Mei 2014 terjadi surplus neraca perdagangan sebesar US$50 juta, atau lebih baik dari neraca perdagangan pada April yang tercatat defisit.
"Surplus kecil, maksimum 50 juta dolar AS," kata Menkeu, saat ditemui di Jakarta, Jumat (27/6/2014).
Chatib mengatakan, neraca perdagangan Mei bisa tercatat surplus, karena ekspor mengalami kinerja baik, terutama dari minyak sawit (CPO) yang harganya kembali normal di pasar internasional.
"Ekspornya sedikit membaik, terutama CPO, karena yang lalu (ekspor) CPO-nya drop," katanya.
Namun begitu, Chatib memperkirakan bahwa nilai impor dari bahan pangan masih mengalami peningkatan, karena tingginya permintaan dan konsumsi masyarakat menjelang puasa. "Impor masih lumayan, karena mau masuk puasa," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia selama April 2014 mengalami defisit US$1,96 miliar, yang merupakan selisih nilai total ekspor sebesar US$14,29 miliar dan total impor sebesar US$16,29 miliar.
Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia Januari-April 2014 masih tercatat defisit sebesar US$894 juta, dari total ekspor kumulatif sebesar US$58,5 miliar dan total impor kumulatif senilai US$59,4 miliar.
Berita Terkait
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun
-
Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI