Suara.com - Hari ini, 134 tahun silam, seorang penemu besar lahir di Iowa, Amerika Serikat. Otto Frederick Rohwedder namanya.
Otto bukanlah penemu tv, mobil, apalagi kapal uap. Benda ciptaannya merupakan barang sederhana. Namun, ciptaan sederhana itu mengubah cara hidup orang-orang di seluruh dunia hingga kini.
Otto adalah pembuat mesin pemotong roti pertama di dunia. Dahulu, roti masih berbentuk bulat atau kotak panjang. Orang harus terlebih dahulu mengirisnya untuk kemudian dimakan atau diolah menjadi berbagai jenis hidangan. Otto-lah orang yang punya ide untuk memotong-motong roti dengan mesin buatannya.
Latar belakang pendidikan Otto, si anak imigran Jerman itu tidak ada hubungannya dengan industri makanan. Tidak pula Otto mengenyam pendidikan formal soal tenik mesin. Otto adalah seorang optometrist, atau dokter spesialis optik mata. Namun, Otto memilih pekerjaan yang menyimpang jauh dari keahliannya itu, yakni tukang perhiasan.
Otto termasuk sukses dalam usaha perdananya ini. Ia berhasil mengembangkannya hingga memiliki tiga cabang toko. Hasil usahanya ia gunakan untuk mendanai riset pembuatan mesin baru. Setelah berhasil menciptakan mesin pemotong roti dan yakin bisa mengembangkannya, Otto menjual tokonya dan banting setir membuat pabrik pembuatan mesin pengiris roti.
Sayang, pada 1917, si jago merah melalap habis pabrik, peralatan, dan cetak biru mesinnya. Rencana Otto untuk memasarkan mesin itu pun sempat tertunda beberapa tahun sampai modalnya kembali terkumpul.
Baru pada tahun 1927, Otto berhasil membuat mesin yang tidak hanya bisa memotong, namun juga membungkus roti. Roti tawar potong pertama resmi dijual pada tanggal 7 Juli 1928, tepat pada hari ulang tahun Otto yang ke-48. Mesin Otto pun dipakai di hampir semua toko roti di Amerika Serikat.
Lima tahun kemudian, Otto menjual hak paten mesin itu kepada perusahaan Micro-Westco Co, dan bergabung dengan perusahaan itu sebagai wakil direktur sekaligus manajer penjualan. Tahun 1951, Otto pensiun dan pindah ke Michigan untuk berkumpul bersama kedua putri mereka. Otto meninggal dunia pada 8 November 1960.
Baca juga: Erno Rubik, Dave Thomas, William Hanna, George Eastman, Ferdinand von Zeppelin
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
Terkini
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI
-
Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping
-
Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak
-
Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000
-
Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF
-
Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000
-
Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya
-
Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar
-
Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo