Suara.com - Kepala Riset Universal Broker, Satrio Utomo menilai, ada dua menteri ekonomi di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang layak dipertahankan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Dua menteri ekonomi itu adalah Dahlan Iskan (Menteri BUMN) dan Chairul Tanjung (Menko Perekonomian). Satrio mengatakan, Dahlan merupakan figur yang bisa memotivasi bawahan.
Seorang menteri, kata dia tidak hanya cakap dalam memerintah tetapi juga harus bisa memberikan motivasi. Hal itulah yang bisa dilakukan Dahlan Iskan selama menjabat sebagai Menteri BUMN.
“Kalau menteri yang hanya bisa memerintah itu biasanya cenderung melakukan korupsi. Revolusi mental ala Jokowi-JK itu perlu orang-orang yang bisa memberikan motivasi dan mengubah kinerja anak buahnya menjadi lebih baik. Dahlan bisa melakukan itu,” kata Satrio ketika dihubungi suara.com melalui sambungan telepon, Rabu (6/8/2014).
Satrio memberi contoh, kinerja PT Kereta Api Indonesia yang semakin membaik sejak dipimpin Ignatius Jonan merupakan salah satu keberhasilan Dahlan Iskan dalam memotivasi anak buahnya.
Sementara itu, Chairul Tanjung yang belum lama menjabat sebagai Menko Perekonomian juga mempunyai prestasi bagus saat menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil selama bulan puasa dan Lebaran.
“Dia kan tahu jalur distribusi sehingga bisa menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Chairul Tanjung juga layak tetap menjadi Menko Perekonomian,” ujarnya.
Satrio yakin, Jokowi-JK akan memilih kandidat terbaik untuk menjadi menteri ekonomi di kabinet yang akan datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?