Suara.com - “Don't wanna close my eyes, I don't wanna fall asleep
'Cause I'd miss you, baby and I don't wanna miss a thing”
Masih ingat dengan refrain lagu yang dipopulerkan grup musik heavy metal Aerosmith di atas. Lagu dengan judul I Don’t Want to Miss a Thing itu menjadi lagu tema alias soundtrack film Armageddon di era 90-an. Film Armageddon meraih sukses, begitu juga dengan lagunya.
Orang di balik lagu I Don’t Want to Miss a Thing itu adalah Diane Warren. Perempuan kelahiran Van Nuys, California pada 1956 itu merupakan salah satu penulis lagu paling sukses di dunia. Dia juga dikenal dengan julukan “Ratu Balada” karena lagu-lagu hitsnya sebagian besar adalah lagu balada.
Unbreak My Heart (Tony Braxton) dan Because You Loved Me (Celine Dion) adalah sedikit dari hits balada karya Warren yang populer di muka bumi ini. Sebelum bertransformasi menjadi penulis lagu paling sukses di dunia, Warren adalah seorang bocah perempuan yang arogan.
Dia sadar dirinya mempunyai bakat dalam menulis lagu di usia 14 tahun. Karena itu, dia sangat percaya diri ketika pertama kali menawarkan lagu ciptaannya itu ke studio musik. Ketika lagunya itu ditolak, Warren berkata dalam hati,”Mereka akan menyesal karena lagu ini akan meraih sukses.”
Tidak mudah bagi Warren untuk menembus industri musik. Penolakan terus datang berulang-ulang. Namun, Warren bukan tipe perempuan yang gampang patah arang. Dia mempunyai prinsip, jangan pernah menyerah. Karena terlalu sering ditolak, Warren akhirnya memutuskan untuk bekerja di industri musik sebagai pengantar pesan.
Dalam hatinya, Warren yakin pekerjaan ini akan membuka pintu baginya untuk bisa menembus industri musik melalui lagu yang ditulisnya. Namun, Warren salah. Dia hanya bertahan selama dua minggu sebelum akhirnya dipecat. Ibunya, Flora meminta Warren untuk mengubur mimpinya untuk menjadi penulis lagu. Namun, Warren tidak mau mengikuti saran ibunya itu.
Dewi fortuna baru mulai mendekati Warren ketika usianya menginjak 20-an tahun. Seorang temannya membantu Warren untuk bekerja sebagai penulis lagu untuk produser Jack White. Ketika itu, Jack tengah menjadi produser bagi penyanyi Laura Branigan. Jack meminta Warren untuk menulis lagu bahasa Inggris untuk Laura.
Lagu pertama ciptaan Warren itu diberi judul Solitaire dan sukses menembus posisi tujuh di Billboard Hot 100 pada 1983. Itulah awal perjalanan Warren sebagai penulis lagu. Warren baru mulai dikenal ketika membuat lagu Rhythm of the Night untuk El De Barge. Lagu itu menjadi hits dan mengangkat popularitas De Barge.
Lagu itu juga menjadi nominasi di Golden Globe. Pada 1987, Warren kembali memperlihatkan 'tangan emasnya' saat menciptakan lagu Nothing’s Gonna Stop Us Now untuk Starship. Lagu yang menjadi soundtrack Mannequin itu menjadi nomor 1 di Amerika dan juga sejumlah negara lain. Warren kembali masuk nominasi Golden Globe dan Academy Award.
Apa sebenarnya rahasia Diane Warren dalam menciptakan lagu yang bagus?
“Apa yang membuat lagu itu bagus - anda tidak membuatnya dengan kata-kata tetapi anda merasakannya. Lirik yang sempurna, melodi yang sempurna dan anda akan merasakan sesuatu,” ujarnya.
Hits demi hits terus mengalir dari Diane Warren. Dia juga tidak terpengaruh dengan anggapan bahwa orang biasanya tidak peduli atau bahkan tidak tahu siapa yang menulis sebuah lagu yang tengah menjadi hits.
“Itu hal yang wajar, ketika orang mendengarkan lagu I Don’t Want to Miss a Thing, mereka pasti berpikir yang menulis lagu itu adalah Steven Tyler. Meski Steven tidak menulis lagu itu, fansnya tetap akan merasa itu lagunya. Karena, Steven dan teman-temannya di Aerosmith lah yang mempopulerkan lagu itu,” ungkapnya.
Satu Grammy Award dan satu Golden Globe sudah diraih begitu juga penghargaan sebagai penulis lagu terbaik dalam Songwriters Hall of Fame pada 2001, namun Warren masih belum merasa puas. Meski tidak terlalu peduli dengan penghargaan itu, Warren masih punya keinginan untuk bisa meraih lebih banyak lagi Piala Grammy, Golden Globe dan Academy Award yang belum pernah diraihnya.
Berita Terkait
-
Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan
-
Hidup di Balik Angka: Pelajaran Karier Auditor dari Dua Dekade Pengalaman Nino Fediawan Kusmedi
-
Rahasia Sukses di Usia Muda: 7 Kisah Inspiratif dari Dunia Teknologi
-
40 Ucapan Selamat Tahun Baru yang Menyentuh, Penuh Makna, dan Inspiratif untuk Status Media Sosial
-
Warren Buffett: Anak Ajaib dari Omaha yang Mengubah Dunia Investasi
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia
-
Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?