Bisnis / Keuangan
Sabtu, 11 Oktober 2014 | 02:00 WIB
Seorang karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Antara/Puspa Perwitasari)

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jumat (10/10/2014) ditutup melemah 30,91 poin (0,62 persen) ke posisi 4.962,96. Pelemahan juga dialami indeks 45 saham unggulan (LQ45) yang turun 5,72 poin (0,68 persen) dan ditutup di posisi 838,67.

Kepala Riset Recapital Securities Andrew Argado mengatakan didorong dari melambatnya ekonomi Eropa. Menurutnya, melambatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa membuat mayoritas bursa saham global mengalami koreksi, termasuk indeks BEI.

"Melambatnya ekonomi di Eropa itu dapat menjadi kendala perbaikan ekonomi AS, karena Eropa merupakan salah satu pasar utama bagi AS, itu yang membuat bursa AS melemah dan berdampak ke bursa lain," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, kondisi itu membuat investor mengambil langkah "wait and see" dengan kecenderungan keluar, yang berdampak pada pasar saham.

Sementara dari dalam negeri, menurut Andrew Argado, saat ini tidak ada sentimen yang terlalu signifikan dalam menggerakan pasar, pelaku pasar saham cenderung mulai meninggalkan sentimen politik.

"Secara fundamental ekonomi Indonesia juga masih stabil," katanya.

Sementara itu, Riset Sinarmas Sekuritas memprediksi bahwa pada Senin (13/10/2014), IHSG BEI akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat di kisaran level 4.933-4.980 poin. "IHSG BEI akan dipengaruhi oleh data neraca perdagangan Cina yang diperkirakan meningkat," katanya. (Antara)

Load More