Suara.com - Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan mengatakan besaran kebutuhan hidup layak (KHL) DKI Jakarta adalah Rp3.051.770 dengan perhitungan menggunakan harga riil di pasar.
"Sehingga bila proyeksi KHL tahun berjalan juga memperhitungkan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi, maka UMP DKI Jakarta seharusnya Rp3,4 juta," kata Iwan Kusmawan melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, (21/10/2014).
Iwan menilai terdapat banyak kejanggalan terhadap nilai survei KHL yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurut survei Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, nilai KHL 2015 sebesar Rp2,331 juta per bulan.
Sementara Sekretaris Jenderal Forum Buruh DKI M Toha menyebutkan kejanggalan terjadi dalam penetapan beberapa item KHL seperti nilai kebutuhan air minum dan air bersih yang hanya sekitar Rp9 ribu per bulan.
"Itu artinya hanya setara dengan tiga botol air mineral. Padahal kebutuhan air minum sebulan sekitar tiga galon air mineral atau Rp39 ribu dan air bersih sekitar Rp50 ribu sehingga total biaya air Rp89 ribu per bulan," tuturnya.
Kejanggalan lain terjadi pada kebutuhan rekreasi yang ditetapkan hanya sebesar Rp1.916 yang disebut Toha bahkan tidak cukup untuk ongkos metro mini.
"Padahal kalau kita ambil nilai nonton film di bioskop saja, sebulan sekali sudah Rp55 ribu," ujarnya.
Karena itu, 13 federasi serikat pekerja nasional menuntut Pemprov DKI Jakarta merevisi nilai KHL 2015 sebesar Rp2,331 juta perbulan karena akan menghasilkan nilai upah yang jumlahnya lebih kecil daripada UMP 2014.
Mereka menilai penetapan KHL tersebut mencurigakan dan menuding ada "pesanan dari para pengusaha hitam" agar UMP DKI 2015 menjadi lebih kecil.
"Bila itu terjadi, maka Pemprov DKI akan kembali menjalankan kebijakan upah murah," ujar Toha. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Apa Itu Rekening Koran dan Apa Fungsinya? Ini yang Perlu Dipahami
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Harga Beras hingga Jagung Kompak Turun, Tekanan Pangan Nasional Kian Melandai
-
ANTAM Bantah Kabar Ledakan Tambang: Hoaks!
-
Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
-
Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Sektor Retail dan Marketplace Jadi Andalan
-
Panduan Cara Ganti Kartu Debit ATM BRI, BNI, dan Mandiri Kedaluwarsa
-
Biaya Perpanjang Pajak Motor Online, Udpate Tahun 2026