- PIS memantau intensif 30 pekerja dan keluarga di Dubai serta empat kapal di Timur Tengah pasca-eskalasi konflik.
- Keselamatan kru kapal di Irak, Arab Saudi, UAE, dan Oman menjadi prioritas utama perusahaan saat ini.
- Pekerja mengikuti imbauan KBRI/KJRI; perusahaan berupaya mengeluarkan dua kapal dari area Teluk secepatnya.
Suara.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) memantau secara intensif keselamatan para pekerja dan kru kapal yang saat ini masih berada di Timur Tengah pasca-eskalasi konflik.
Saat ini, terdapat 30 pekerja beserta keluarga di kantor cabang PIS Middle East (PIS ME), Dubai.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyampaikan bahwa kondisi mereka dalam keadaan aman.
"Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai," kata Vega lewat keterangannya yang dikutip pada Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, para pekerja juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Indonesia di sana untuk terus meningkatkan kewaspadaan, lapor diri, dan menghubungi hotline KBRI maupun KJRI jika terjadi situasi kedaruratan.
Vega menegaskan, prioritas PIS saat ini adalah keselamatan kru dan keamanan operasional armada.
PIS melaporkan empat kapal berada di Timur Tengah, yakni Gamsunoro (pemuatan di Irak), Pertamina Pride (berlabuh di Arab Saudi), PIS Rinjani (berlabuh di UAE), dan PIS Paragon (bongkar muat di Oman).
Untuk itu, PIS akan terus memastikan dan memantau kondisi keamanan 4 kapal tersebut. PIS juga akan berkoordinasi secara proaktif dengan pihak pengelola kapal (Ship Management) serta otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Disamping itu, akan terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai.
Baca Juga: Ketegangan di Timur Tengah Meningkat, Ini Kata Bahlil soal Pasokan BBM
Untuk kapal Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management masih berada di kawasan teluk.
"Sambil terus mengikuti perkembangan selama 24/7, kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal," kata Vega.
Berita Terkait
-
4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz
-
Harga BBM Pertamina Melonjak per 1 Maret, Pertamax Dibanderol Rp 12.300/Liter
-
Harta Kekayaan Riva Siahaan, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari