Suara.com - Pengusaha muda meminta agar pemerintah mempertahankan dan dapat melanjutkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya) meminta agar KUR benar-benar dialokasikan untuk pengusaha pemula dan usaha kreatif.
Hal tersebut diutarakan Ketua Umum Hipmi Jaya Rama Datau Gobel menanggapi rencana pemerintah mengevaluasi kembali program KUR. Rama mengatakan, konsep KUR diatas kertas sudah bagus. Hanya saja dalam implementasi, bank-bank penyalur KUR masih meleset dan tidak sesuai sasaran.
“Misalnya, sejak awal kan KUR ini, ditargetkan untuk pengusaha pemula dan tidak punya collateral loan. Faktanya, di lapangan sebagian besar penerima KUR wajib punya penjaminan. Jadi banyak yang kecewa,” ujar Rama, dalam keterangan tertulis yang diterima suara.com, Kamis (27/11/2014).
Dia mengatakan, praktik KUR di lapangan tidak jauh berbeda dengan pemberian kredit komersil lainnya. Karena itu, KUR harus benar-benar direvitalisasi agar sesuai dengan konsep awal sasaran penerima KUR.
Hipmi Jaya mengusulkan selain pengusaha pemula, KUR juga disalurkan secara maksimal ke pengusaha yang bergerak di industri kreatif.
“Nasabah KUR ini sebenarnya sama persis dengan pengusaha kreatif yakni keduanya tidak punya aset fisik untuk dijaminkan, pabriknya industri kreatif itu kan ada di otak pengusahanya. Berkantor juga bisa mobile dan kebanyakan di kafe-kafe. Jadi mereka itu punya proyek yang feasible tapi tidak punya aset untuk dijaminkan,” jelas Rama.
Rama mengatakan, hingga Agustus 2014 ini, sebanyak tujuh bank nasional telah menyalurkan KUR sebanyak Rp 149,36 triliun atau tumbuh 31,75% secara year on year (yoy). Ketujuh bank tersebut yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah.
Nilai KUR tersebut meningkat Rp 113,36 triliun dari periode yang sama tahun 2013. Indikator keberhasilan KUR, selain pada daya penetrasi penyaluran kredit yang efektif kepada pengusaha pemula dan tidak bankable, juga pada keberhasilan program ini mengantarkan nasabahnya menjadi bankable dan layak memperoleh kredit komersil.
Rama menjelaskan peranan industri kreatif semakin vital dalam perekonomian nasional. Ekonomi kreatif menempati posisi ketujuh dari 10 sektor ekonomi nasional dengan menyumbang PDB sebesar 6,9 % atau senilai Rp 573,89 triliun dari total kontribusi ekonomi nasional. Tak hanya itu, peranannya dalam penciptaan lapangan kerja juga kian strategis.
Ekonomi Kreatif menempati posisi ke-4 dari 10 sektor ekonomi dalam kategori jumlah tenaga kerja pada tahun 2012. “Ekonomi Kreatif menyumbang 11.799.568 Orang atau 10,65% pada total angkatan kerja nasional yang sebesar 110.808.154 orang,” ujar Rama.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan
-
Banjir Mulai Surut, Tol Bandara Soetta Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
-
Gegara Aksi Trump, 4 Bank Venuzuela Ketiban Untung Raih Dana Segar Rp 8,4 T
-
Menhub Minta Masyarakat Tak Berspekulasi Soal Hilang Kontak Pesawat ATR 42-500
-
Airlangga Targetkan Kunjungan Wisman 17,6 Juta di 2026, Pendapatan Devisa Rp 24,7 Miliar
-
Respon ATR Setelah Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros