- Indeks Harga Saham Gabungan melonjak ke level 5.960 pada pembukaan perdagangan Jumat, 12 Juni 2026.
- Sebanyak 430 saham mengalami kenaikan harga dengan nilai transaksi mencapai Rp1,49 triliun di Bursa Efek Indonesia.
- Penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif pasar global serta kenaikan indeks saham di bursa Amerika Serikat.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tinggi pada awal perdagangan, Jumat 12 Juni 2026. IHSG Terapresiasi ke level 5.960 saat dibuka.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih meroket 1,64 persen ke level 5.982.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,75 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,49 triliun, serta frekuensi sebanyak 136.700 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 430 saham bergerak naik, sedangkan 105 saham mengalami penurunan, dan 424 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, TMPO, FORU, POLU, CTTH, dan ASPR.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PSAB, BPFI, FLMC, OILS, dan TOTO.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak di zona hijau pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Sentimen positif dari pasar global menjadi pendorong utama setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan seiring membaiknya sentimen pasar global dan regional.
Baca Juga: Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman
"Hari ini, kami memperkirakan JCI akan bergerak naik seiring sentimen positif di pasar global dan regional," tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Jumat (12/6/2026).
Penguatan tersebut didukung reli yang terjadi di Wall Street. Pada perdagangan Kamis (11/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 1,86 persen ke level 50.849. Sementara indeks S&P 500 menguat 1,75 persen ke level 7.394 dan Nasdaq melesat 2,54 persen.
Menurut Samuel Sekuritas, kenaikan bursa saham AS terjadi karena investor kembali memburu saham-saham teknologi yang sebelumnya mengalami tekanan.
Selain itu, sentimen pasar turut membaik setelah muncul indikasi meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dari pasar obligasi, imbal hasil atau yield US Treasury tenor 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 4,461 persen. Di sisi lain, Indeks Dolar Amerika Serikat (DXY) melemah 0,09 persen ke level 99,86.
Selain mencermati sentimen global, pelaku pasar juga akan mengamati sejumlah kabar korporasi. Beberapa di antaranya adalah rencana rights issue PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) senilai Rp4,12 triliun, pembagian dividen PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebesar Rp626,1 miliar, serta rampungnya akuisisi 20 persen participating interest (PI) Madura Strait PSC oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram
-
Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
-
Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman
-
Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
-
Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen