Suara.com - Harga minyak barel yang turun menjadi 50 dolar Amerika per barel hampir dipastikan akan terus turun. Sejumlah kalangan memprediksi, harga minyak bisa mencapai angka 10-20 dolar Amerika per barel.
Ada sejumlah alasan kenapa harga minyak dunia masih akan terus turun. Pertama, pertumbuhan ekonomi Amerika yang hanya 2,3 persen per tahun sejak 2009. Angka itu masih sangat rendah dari yang diharapkan.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Cina juga masih melambat begitu juga dengan Jepang. Di sisi lain, produksi minyak yang meningkat tidak diiringi dengan peningkatan dari sisi permintaan.
Di angka 50 dolar Amerika, harga minyak dunia sudah turun lebih dari 50 persen dari angka tertinggi di 107 dolar Amerika per barel pada Juni 2014. Faktor lain yang juga bisa membuat harga minyak terus turun adalah penolakan negara-negara anggota OPEC untuk menurunkan produksinya.
Negara-negara OPEC sepertinya tidak terlalu peduli dengan anjloknya harga minyak hingga ke posisi 50 dolar Amerika. Arab Saudi yag merupakan negara dengan produksi minyak terbesar dunia mengklaim masih aman dengan harga minyak sekitar 40 dolar Amerika.
Ini karena mereka masih mempunyai cadangan devisa yang sangat besar yaitu 726 miliar dolar Amerika. Arab Saudi memgungkapkan, mereka masih bisa bertahan selama dua tahun dengan harga minyak yang murah. Hal ini membuat harga minyak dunia berpotensi untuk terus turun. (Bloomberg)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar