Suara.com - Harga ikan laut di Kota Jayapura, Papua, sejak Bulan Januari hingga pertengahan Februari ini, belum menunjukkan harga yang normal.
Alasan pedagang masih sama, yakni hasil tangkapan nelayan minim karena kondisi cuaca buruk di laut dengan ketinggian ombak sekitar 4 meter.
Harga ikan ekor kuning masih Rp200.00 per ekor, ikan cakalang Rp 100.000 per ekor. Sedangkan harga ikan kakap hingga mencapai Rp300.000 per ekor.
"Sulit mencari ikan murah sekarang, karena stok ikan sedikit akibat tangkapan nelayan yang juga sedikit,"kata Badrun (38 tahun), pedagang ikan kepada Suara.Com di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, Papua, Jumat (20/2/2015).
Adapun ikan yang agak murah, tambah Badrun, yakni ikan yang sudah di dalam es berhari-hari, atau istilahnya ikan kotak.
"Tapi kadang pembeli malas beli walaupun harganya lebih murah dari ikan segar karena kualitas ikan itu sudah tidak bagus," ujarnya.
Badrun mengakui pengambilan ikan dari nelayan memang sudah mahal.
"Jadi mau bagaimana lagi, terpaksa kami jual juga mahal. Kita kasihan juga dengan pembeli, tapi harus bagaimana lagi. Alasan nelayan kan, hasil tangkapan ikan belakangan minim karena gelombang laut tinggi," tuturnya.
Sementara itu seorang pembeli, Ida mengaku tetap nekat membeli ikan walaupun dalam kondisi mahal.
"Karena keluarga di rumah sudah terbiasa makan ikan, jadi mau mahal atau tidak, tetap saya beli,"tandasnya. (Lidya Salmah)
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Ekonom PEPS: Kriminalisasi Sengketa Bisnis Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
Harga Emas Melemah Setelah Sempat Kembali ke Level 5.000 Dolar AS
-
Cara Update Data Desil DTKS 2026 Agar Dapat Bansos
-
Apa Itu 'Saham Gorengan'? Ramai Dibahas Imbas Kasus PIPA dan MINA
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia