Suara.com - Bagi sebagian besar warga California, Amerika Serikat, uang 66 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp871 juta adalah jumlah yang banyak. Uang itu merupakan rata-rata pendapatan rumah tangga di California dalam setahun.
Jumlah itu bisa digunakan untuk membayar 12 minggu sewa rumah untuk pasangan yang belum mempunyai anak. Namun, bagi sebagian warga San Fransisco, uang itu adalah jumlah kenaikan gaji yang mereka terima dalam satu tahun.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Brookings Institute, lima persen warga San Fransisco mempunyai penghasilan 423 ribu dolar Amerika pada 2013. Jumlah itu naik 66 ribu dolar Amerika atau 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka-angka yang dikeluarkan Brookings Institute itu menunjukkan begitu cepatnya kenaikan gaji yang dialam karyawan di San Fransisco. Kenaikan gaji sebesar 66 ribu dolar Amerika dalam setahun merupakan jumlah yang luar biasa.
Kota San Fransisco merupakan kota dengan gaji karyawan terbesar di Amerika Serikat. Sedangkan Seattle menjadi kota dengan kenaikan gaji tercepat kedua. Apabila lima persen karyawan di San Fransisco mengalami kenaikan gaji 66 ribu dolar Amerika, bagaimana dengan karyawan di level bawah?
Ternyata, kenaikan gaji yang dialami 25 persen karyawan di level bawah juga masih cukup tinggi yaitu 3.300 dolar Amerika atau sekitar Rp43,5 juta dalam setahun. (Bloomberg)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
-
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen
-
Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali
-
Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD
-
Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi
-
Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat
-
Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi
-
Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS
-
IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topcer
-
Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram