Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada semester I 2015 telah menemukan 205 produk yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Dirjen Standar Pelayanan Konsumen (SPK) Widodo mengatakan, jika di lihat trennya setiap tahun, produk-produk yang tidak sesuai dengan ketentuan terus mengalami peningkatan.
"Kalau dilihat secara per tahun, trennya selalu mengalami peningkatan. Kalau tahun ini lebih banyak didapati produk yang tidak sesuai," kata Widodo saat dijumpai dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Selasa (7/7/2015).
Widodo menjelaskan, barang yang disebut tidak sesuai dengan ketentuan tersebut dilihat dari tiga parameter yaitu SNI, label produk dengan bahasa Indonesia, dan manual kartu garansi.
Paling banyak bermasalah adalah label produk sebanyak 53 produk, SNI sebanyak 39 produk dan MKG sebanyak 21 produk.
Dari produk-produk yang tidak sesuai dengan tiga parameter tersebut paling banyak ditemui di produk-produk rumah tangga dan lebih banyak barang impor.
"Paling banyak itu elektronik kayak televisi, mesin cuci, setrika dan sejenisnya. Nah yang nggak sesuai ini 63 persennya produk impor dan yang dalam negeri ada 36,3 persen yang tidak sesuai. Impor ini banyak," tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, Widodo memgaku telah memberikan surat teguran kepada 45 pengusaha untuk menarik semua produknya tersebut. Jika masih melanggar, maka Kementerian Perdagangan akan memberikan sanksi administratif dan pidana.
"Ancaman pidahanya 15 tahun penjara dengan denda Rp2 miliar. Ini bisa dikenakan dua-duanya karena ancaman sanksi administrasi tidak serta merta menghilangkan sanksi pidananya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal
-
Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi
-
Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun
-
Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz
-
Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi
-
Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis
-
Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru