Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo membantah ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang tidak stabil akibat gejolak ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat industri perbankan berpotensi mengalami krisis.
Dia mengatakan, kondisi yang ada saat ini, Indonesia tidak akan mengalami krisis terlebih mengulang kembali krisis 1998 dimana industri perbankan kolaps.
"Oh no no no... Tidak ada perbankan yang berpotensi mengalami krisis saat ini. Mereka masih sangat kuat dan aman saat ini," kata Agus saat berbincang dengan Suara.com di gedung DPR, Senin (21/9/2015).
Agus menjelaskan, tingkat depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini masih tergolong rendah sekitar 12,9 persen dibandingkan dengan negara lain.
Selain itu, menurut dia, jika dilihat dari modalnya, rasio kecukupan modalnya saat ini di atas 20,7 persen dan Non Perfoming Loan (NPL) atau kredit macet masih sekitar 1,4 persen.
Hal inilah yang membuat pihaknya yakin bahwa kondisi perbankan di Indonesia saat ini masih dalam kondisi yang aman.
"Kalau kita liat NPLnya itu sekitar di 1,4 persen, lebih rendah dibawah itu (1,4 persen). Terus transaksi berjalannya masih bagus nggak ada masalah. Jadi masih aman. Nggak ada potensi krisis," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!
-
Harga Pertamax Naik, Waspada Potensi Antrean Panjang di SPBU
-
IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor
-
Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus
-
Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax
-
Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax
-
Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah
-
Harga Pertamax Naik, Pengecer 'Pertamini' Tes Ombak Jual 18 ribu per Liter
-
Gaji Tak Ikuti Kenaikan Harga Pertamax, Kurir Paket Mau Beralih Pertalite
-
Peneliti IPI Apresiasi 'Dasco Effect': DPR Berperan Strategis Jembatani Menkeu dan BI