Bisnis / Keuangan
Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB
IHSG terus gaspol menguat dekati level 6.000. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG ditutup menguat 2,71 persen ke level 5.902 pada perdagangan Rabu, 10 Mei 2026 di Bursa Efek Indonesia.
  • Penguatan indeks didorong oleh apresiasi investor terhadap kebijakan pemerintah, penurunan harga minyak, serta penguatan nilai tukar Rupiah.
  • Seluruh sektor saham berakhir di zona hijau dengan peluang teknikal IHSG untuk menguji level psikologis di angka 6.000.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren kenaikan atau rebound hinga akhir perdagangan, Rabu, 10 Mei 2026. IHSG ditutup menguat 155,73 poin atau 2,71 persen ke level 5.902.

Analis Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa investor domestik mulai mengapresiasi langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas IHSG dan pasar keuangan Indonesia.

"Rebound IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar Rupiah. Selain itu investor domestik mengapresiasi mulai adanya respon pemerintah menghadapi gejolak pasar modal Indonesia," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (10/6/2026).

IHSG mulai gaspol lagi ke level 6.000. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Di pasar valuta asing, rupiah juga menunjukkan penguatan signifikan. Nilai tukar rupiah di pasar spot tercatat menguat 0,63 persen ke level Rp17.944 per dolar Amerika Serikat (AS).

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka. Indeks berhasil bertahan di atas level rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan ditutup tepat di area MA10.

Selain itu, indikator Stochastic RSI masih bergerak naik di area pivot, sementara histogram MACD terus menyempit dan berpotensi membentuk pola golden cross yang umumnya menjadi sinyal awal penguatan lanjutan.

"Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis di level 6.000," tulis Phintraco Sekuritas.

Sepanjang perdagangan, seluruh sektor saham berada di zona hijau. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 4,51 persen, disusul sektor teknologi yang naik 4,37 persen dan sektor properti yang menguat 3,39 persen.

Data Perdagangan

Baca Juga: Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

  • Nilai transaksi: Rp31,45 triliun
  • Volume transaksi: 42,27 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 3.007.459 kali

Top Value

  • BBCA: Rp5.650 (+9,71 persen)
  • TPIA: Rp1.810 (-7,42 persen)
  • BBRI: Rp2.880 (+3,23 persen)

Top Volume

  • BUMI: Rp144 (-1,37 persen)
  • BIPI: Rp147 (+0,68 persen)
  • BNBR: Rp105 (+8,25 persen)

Top Gainers LQ45

  • BBCA: +9,71 persen
  • INKP: +8,19 persen
  • DEWA: +7,86 persen

Top Losers LQ45

  • CUAN: -5,81 persen
  • ANTM: -4,51 persen
  • SCMA: -3,85 persen

Top Sektor

  • Transportasi: +4,51 persen
  • Teknologi: +4,37 persen
  • Properti: +3,39 persen

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More