Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM berencana menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat dari 12 persen menjadi sembilan persen per tahun mulai 2016.
"Jadi tahun depan bunganya turun jadi sembilan persen dari sebesar 12 persen. Ini kan sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang meminta bunga turun dibawah 10 persen," kata Menteri Koperasi dan UKM Agung Gede Ngurah Puspayoga di Kemenko Perekonomian, Senin (5/10/2015).
Ia mengatakan penyaluran KUR akan dilakukan tiga bank BUMN, yakni BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
"Jadi penyalurnya tiga Bank BUMN. Nah kalau syaratnya itu nanti ada karyawan berpenghasilan tetap, terus bisa untuk diberikan ke usaha produktif. Pokonya tahun depan cakupan KUR ini bisa lebih meluas," kata dia.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga berencana memperpanjang tenor KUR hingga 10 tahun dari sebelumnya hanya 3-5 tahun. Hal ini agar sektor perkebunan dan kelapa sawit dapat menikmati fasilitas.
"Kan selama ini enggak bisa mereka karena terbatas sama tenornya. Makanya kita perpanjang jadi 10 tahun ini," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS
-
Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
-
Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik
-
Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa
-
Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
-
Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik