Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, paket ekonomi yang dikeluarkan pemerintah sejak September 2015 disambut positif oleh para produsen di Tanah Air.
"Tadi siang saya berdialog dengan asosiasi tekstil, gula, produsen tepung. Mereka menyambut positif paket ekonomi -Jkw," tulis Jokowi melalui akun twitter resminya @jokowi, yang dikutip di Jakarta, Rabu malam (7/10/2015).
Pernyataan Jokowi ini dilontarkan setelah sebelumnya pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi jilid III, yang intinya langsung menyasar sektor pelaku ekonomi riil.
Sebelumnya menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, paket kebijakan ekonomi jilid III difokuskan untuk menekan biaya, seperti penyesuaian kebijakan di bidang energi, yang meliputi bidang bahan bakar minyak (BBM), gas dan tarif listrik bagi industri.
Selain itu juga kebijakan di bidang pertanahan, di mana pemerintah melakukan penyederhanaan terhadap proses perizinan, perpanjangan perizinan dan juga penyederhanaan prosedur bagi investor yang mengajukan izin untuk hak guna usaha.
Seskab Pramono Anung mengatakan, dengan langkah kebijakan yang diambil ini, maka pemerintah melakukan reformasi struktural dan juga mendorong adanya efisiensi dalam mesin birokrasi pemerintah.
Pengumuman paket kebijakan ekonomi jilid III, diikuti pula dengan pengumuman kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Pertamina Integrasikan Tiga Anak Usaha ke Sub Holding Downstream
-
PANI Tutup 2025 dengan Pra Penjualan Rp4,3 Triliun, Capai Target 100%
-
Moodys Goyang Outlook 7 Raksasa Korporasi Indonesia: BUMN Mendominasi
-
IHSG Loyo ke Level 7.935 Pekan Ini, Investor Asing Masih 'Buang Barang' Rp11 Triliun
-
MBG Diperlukan Di Tengah Tantangan Ekonomi?
-
POP Merek: Terobosan DJKI Percepat Layanan Publik Dalam 10 Menit
-
Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
-
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
-
Tukar Uang di BCA Minimal Berapa? Ini Tata Cara Jelang Ramadan 2026