Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik, Selasa (13/10/2015) pagi. Ini karena penundaan kenaikan suku bunga bank sentral AS.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember menambahkan 8,6 dolar AS, atau 0,74 persen. Menjadi 1.164,50 dolar AS per ounce.
Logam mulia naik pada Senin karena pedagang bereaksi terhadap meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve AS tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini.
Alat CME Group Fedwatch menunjukkan probabilitas tersirat dari peningkatan suku bunga Federal Reserve AS selama pertemuan yang dijadwalkan 28 Oktober sangat kecil hanya 8 persen.
Alat ini juga menunjukkan probabilitas tersirat dari kenaikan suku bunga 37 persen untuk pertemuan yang dijadwalkan 16 Desember. Sementara ada kesempatan jauh lebih tinggi untuk kenaikan suku bunga selama pertemuan 27 Januari 2016 pada 47 persen.
Ada peluang 39 persen untuk suku bunga 0,50 persen. Sementara peluang 6,8 persen untuk suku bunga 0,75 persen.
Peningkatan suku bunga Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil. Karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.
Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,06 persen menjadi 94,80 pada pukul 18.15 GMT.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik, emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.
Perak untuk pengiriman September naik 4,6 sen atau 0,29 persen menjadi ditutup pada 15,864 dolar AS per ounce. Sementara platinum untuk pengiriman Oktober menambahkan 14,5 dolar AS atau 1,48 persen menjadi ditutup pada 995,90 dolar AS per ounce. (Xinhua/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Program MBG Terus Jalan, Tapi Anggarannya Tak Lagi Rp 268 Triliun
-
Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan
-
Fasilitas Motor Listrik hingga Dana Insentif Rp6 Juta MBG Mau Dihilangkan?
-
Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen
-
Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis
-
Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo
-
Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham
-
Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung
-
IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik
-
Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang