Suara.com - Setelah rapat paripurna selama 10 jam, akhirnya DPR mengesahkan Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara 2016 menjadi UU APBN 2016.
"Setelah melalu proses pembahasan yang panjang, dengan ini DPR mengambil keputusan untuk mengesahkan RAPBN 2016. Dengan catatanya, semua catatan dari berbagai fraksi merupakan bagian yang utuh dan tidak bisa dipisahkan dari undang-undang yang harus dijalankan oleh pemerintah," kata pimpinan rapat paripurna Taufik Kurniawan di gedung DPR, Jumat (30/10/2015).
Selain itu, terkait permasalahan Penyertaan Modal Negara yang diperuntukkan bagi Badan Usaha Milik Negara akan dikembalikan kepada komisi terkait untuk dibahas kembali.
"Soal PMN dikembalikan kembali pada komisi terkait yang akan dimasukkan dalam APBNP 2016 mendatang. Makanya saya minta persetujuan, apakah semua setuju," kata Taufik.
"Setuju," kata anggota DPR serentak.
Dengan demikian, APBN 2016 disetujui dengan indikator asumsi mikro dan postur penerimaan dan pembiayaan tahun depan, antara lain:
1. Pertumbuhan ekonomi 5,3 persen
2. Inflasi 4,7 persen
3. Tingkat bunga SPN rata-rata 5,5 persen
4. ICP US$ 50 per barel
5. Nilai tukar Rp13.900 per dolar AS
6. Lifting minyak 830 ribu barel per hari
7. Lifting gas bumi 1.155 ribu barel setara minyak per hari
8. Pengangguran 5,2-5,5 persen
9. Angka Kemiskinan 9,0-10,0 persen
10.Gini rasio 0,39
11. Indeks Pembangunan Manusia 70,1
12. Pendapatan negara dan hibah Rp1.822,54 triliun
13. Penerimaan dalam negeri Rp1.820,51 triliun
14. Penerimaan perpajakan Rp1.546,66 triliun
15. Penerimaan Negara Bukan Pajak Rp273,85 triliun
16. Belanja negara Rp2.095,72 triliun
17. Belanja pemerintah pusat Rp1.325,55 triliun
18. Transfer ke daerah dan dana desa Rp770,17 triliun
19. Defisit anggaran 2,15 persen dari Product Domestik Bruto atau Rp273,18 triliun
20. Pembiayaan sebesar kebutuhan defisit anggaran Rp273,18 triliun
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Aturan Asuransi Kesehatan Dibuat, OJK Tetapkan Aturan Co-Payment Jadi 5 Persen
-
Awal Pekan, Rupiah Dibuka Suram ke Level Rp16.839 per Dolar AS
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi
-
Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
-
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG