- Presiden Prabowo memerintahkan peningkatan volume produksi batu bara untuk mengatasi krisis energi global akibat konflik Timur Tengah.
- Instruksi ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Kamis, 19 Maret 2026, mengubah kebijakan pemangkasan produksi ESDM.
- Peningkatan produksi ini bertujuan menambah pendapatan negara melalui pajak tambahan atas keuntungan besar (windfall profit) batu bara.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan volume produksi batu bara sebagai bentuk strategi pemerintah untuk menghadapi krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Perintah Prabowo itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/3/2026). Dengan demikian bisa dipastikan kebijakan Kementerian ESDM untuk memangkas produksi batu bara tahun ini akan berubah.
"Yang terkait dengan kenaikan harga BBM dan juga ikutannya terhadap harga-harga komoditas, Bapak Presiden juga meminta agar volume daripada produksi batu bara bisa ditingkatkan. Artinya, akan ada perbaikan terkait dengan RKAB," kata Airlangga usai bertemu Prabowo sore tadi.
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan memangkas target produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.
Pemerintah berencana memangkas produksi pada 2026 sebesar 190 juta ton, dari 790 juta ton pada 2025 menjadi hanya sekitar 600 juta ton pada tahun ini. Rencana ini diprotes oleh para pengusaha batu bara.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno pada Selasa (17/3/2026) awal pekan ini bahkan mengatakan pihaknya sudah memproses persetujuan RKAB dari sejumlah perusahaan dengan nilai total 390 juta ton.
Tetapi dengan instruksi baru dari Prabowo, RKAB ini tampaknya akan dirombak lagi.
Airlangga melanjutkan rencana penambahan volume produksi batu bara ini akan membantu menambah pendapatan negara, terutama dari pajak. Alasannya karena perang di Timur Tengah juga turut mendorong harga batu bara naik.
Per Kamis harga batu bara dunia naik menjadi 139,35 dolar AS per ton dari sekitar 116 dolar AS per ton pada 27 Februari, satu hari sebelum Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran.
Baca Juga: Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri
Airlangga mengatakan pemerintah akan menghitung ulang pajak ekspor batu bara; ini terkait dengan pajak tambahan terhadap sektor batu bara yang dinilai ketiban untung besar akibat perang (windfall profit).
"Sehingga besarnya nanti dikaji oleh tim, di mana nanti harapannya pendapatan pemerintah juga naik dengan adanya windfall profit, itu juga akan ada pendapatan pemerintah yang ikut meningkat," urai Airlangga.
Rencana ini sebelumnya sudah disampaikan Airlangga pada Senin (16/3/2026) kemarin. Ia mengatakan membuka peluang mengenakan pajak tambahan kepada perusahaan batu bara yang memperoleh untuk besar dari lonjakan harga konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
"Jadi eh kalau dari penerimaan itu pada saat terjadi eh windfall profit, makanya itu bisa di, kita kenakan windfall tax," ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian.
Berita Terkait
-
Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat
-
Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah
-
Pemerintah Tangguhkan Urusan Board of Peace dan Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Apa Kata DPR?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya
-
Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas
-
Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel
-
Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng
-
Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Daftar Kapal Penyelamat Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
-
Bernafsu Kalahkan Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Berencana Pakai Jimat di Pakansari
-
Penjelasan Mengapa Larangan Kuota Hangus Bisa Bikin Harga Internet Makin Mahal
-
Ratusan Korban KMP Mutiara Santosa II Dievakuasi ke Tanjung Perak, Proses Identifikasi Berlangsung