Suara.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berhasil menggagalkan praktik ekspor impor ilegal yang diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp77,1 miliar.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan untuk impor yang berhasil digagalkan sebanyak empat kontainer dan ekspor ilegal mineral dan batubara sebanyak 80 kontainer. Penindakan ini atas sinergi dan kerjasama dengan Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
"Yang minerba itu asalnya dari Maluku, Sulawesi, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan negara tujuan Belanda, Taiwan, Jepang, Korea dan Thailand," kata Bambang saat menggelar konferensi pers di kantornya, Senin (9/11/2015).
Untuk penindakan terhadap impor ilegal, ada satu perusahaan yang berhasil digagalkan. Sedangkan penindakan terhadap ekspor ilegal, ada 21 perusahaan yang digagalkan.
"Jadi pas diidentifikasi mengenai pelau atau pelanggar impor ilegal itu adalah perusahaan pengguna fasilitas Kawasan Berikat PY KHYI. Berdasarkan penyidikan yang dilakukan KPU Bea Cukai Tanjung Priok dan Bea Cukai Purwakarta menunjukkan fakta bahwa perusahaan tersebut telah melakukan pelanggaran kepabeanan berupa pembongkaran barang impor yang masih dalam pengawasan pabean," katanya.
Untuk pelaku ekspor ilegal minerba kategorinya termasuk dalam biji besi, perak, batu mulia, zinc powder, dan biji timah.
"Kan ini sudah ada aturannya kalau ekspor nggak boleh bahan mentah, harus barang jadi. Jadi ini termasuk ilegal," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris
-
Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL
-
Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI
-
Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban
-
Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis
-
PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare
-
Panggil Seluruh Bos Himbara, Prabowo Tagih Peran Himbara ke Ekonomi
-
Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat
-
Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM
-
Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market