Suara.com - Kenaikan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve AS akan melibatkan risiko yang lebih tinggi daripada menunggu sedikit lebih lama, kepala ekonom Dana Moneter Internasional mengatakan kepada AFP, Selasa (10/11/2015).
"Saya tidak yakin bahwa risiko tindakan itu akan dahsyat, tapi mereka pasti akan lebih tinggi," kata Maurice Obstfeld, dalam sebuah wawancara.
"Saya tidak melihat risiko besar sekali jika menunggu." Jika untuk alasan apapun The Fed harus memundurkan kenaikan suku bunga pertama itu, pasar akan menafsirkannya sebagai masalah besar," lanjutnya.
The Fed telah membuat jelas bahwa pihaknya bisa melakukan peningkatan suku bunga pertama dalam lebih dari sembilan tahun secepatnya pada Desember, sebuah langkah yang telah berulang kali ditunda karena pertumbuhan ekonomi AS dan global masih lemah.
Prospek kenaikan suku bunga utama federal fund dari mendekati nol, di mana ia telah duduk sejak akhir 2008, telah mengguncang pasar karena akan berarti biaya pinjaman lebih tinggi untuk banyak pemerintah dan bisnis di seluruh dunia yang sudah kesulitan dengan pertumbuhan ekonomi lebih lambat.
The Fed belum memutuskan, dan apa jalan itu akan diambil akan bergantung pada data ekonomi yang keluar sebelum pertemuan 15-16 Desember, Obstfeld mengakui.
Sementara itu rekan-rekan The Fed di zona euro akan terus pada jalur pelonggaran, kata dia.
Bank Sentral Eropa "harus mengikuti strategi memperluas pembelian aset dan menurunkan suku bunga," katanya.
"Inflasi masih lemah, pengangguran tetap tinggi, pertumbuhan tetap rendah. Setiap pilihan kebijakan sangat diterima." (Antara)
Berita Terkait
-
Hilangnya 'Bapak QRIS' Indonesia, Siapa Sosok yang Layak Gantikan Perry Warjiyo
-
Mengenal Sosok Mantan Terpidana Korupsi yang Kini Jadi Kandidat Gubernur BI
-
Investor Mulai Cemas, Mengapa Kekosongan Gubernur BI Picu Kekhawatiran Independensi?
-
Destry Singgung Independensi BI Usai Perry Warjiyo Mundur
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks