Suara.com - Kapasitas hujan yang tinggi menyebabkan kelembapan di dalam rumah semakin meningkat. Keadaan ini membuat Anda merasa tidak nyaman karena benda di rumah yang terasa lembap dan berembun.
Udara di dalam ruangan juga terasa perubahannya dan dapat mengganggu kesehatan Anda dan seluruh penghuni di dalam rumah. Untuk itu, Anda perlu melakukan suatu hal agar rumah bebas dari kelembapan yang berlebihan.
Berikut ini ada dua alat yang bisa digunakan untuk menyerap kelembapan di dalam rumah :
Air Purifier
Alat air purifier adalah alat penjernih udara yang bisa digunakan untuk memurnikan udara di dalam rumah. Udara di dalam ruangan akan tetap bersih dan steril karena alat ini bisa menyeimbangkan kadar kelembapan udara di dalam rumah pada batas yang normal, yakni berkisar antara 40-60 persen RH. Sehingga membuat bakteri, virus, jamur bisa disingkirkan dari dalam ruangan.
Dry Gel
Dry gel atau gel silica tersedia berbagai macam di pasaran. Dry gel dibuat dari butiran-buritan karbon aktif atau arang, calcium clorida, dan bentonite yang memiliki fungsi untuk menyerap kadar air dan bau di dalam rumah. Letakkanya dry gel di dalam rumah untuk menyerap kelembapan dan udara di dalam rumah pun bebas dari bau tak sedap.
| Published by Rumahku.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara