Suara.com - Banyak hal yang akan menjadi alasan kenapa seseorang memiliki dan menjadi pengguna aktif kartu kredit, namun tak kalah banyak juga alasan bagi orang-orang tersebut pada akhirnya menjadi terlilit tumpukan hutang tagihan kartu kredit itu sendiri.
Pada umumnya segala kemudahan yang didapatkan seseorang dalam penggunaan kartu kredit saat berbelanja, dapat membuat orang tersebut menjadi kehilangan kontrol dan menjadi sangat konsumtif terhadap barang-barang tertentu yang bisa saja tidak dibutuhkan olehnya.
Penggunaan kartu kredit seharusnya dilakukan dengan bijak dan penuh pertimbangan, mengingat semua pemakaian tersebut adalah utang yang tentu saja harus dilunasi di kemudian hari. Perlu diingat bahwa setiap tagihan yang tidak dilunasi akan menjadi tunggakan utang di bulan berikutnya dan akan ditagihkan kembali berikut bunganya dalam jumlah yang tidak kecil pula.
Sangat penting untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan kembali jumlah penghasilan bulanan anda dengan jumlah limit / plafon kredit yang anda miliki di kartu kredit anda, hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari perilaku konsumtif dan pembelanjaan yang melampaui batas kemampuan bayar anda yang pada akhirnya akan menimbulkan hutang di kemudian hari.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghindari jeratan hutang kartu kredit yang mungkin muncul tanpa anda sadari, salah satunya adalah dengan cara membatasi jumlah kartu kredit dan limit yang tersedia pada kartu kredit yang anda miliki. Namun bagi anda yang telah terlanjur terjebak dalam lilitan hutang kartu kredit, beberapa langkah di bawah ini patut anda coba untuk menyelesaikannya:
1. Lakukan Perencanaan Keuangan
Kegagalan seseorang dalam mengontrol penggunaan kartu kredit dapat terjadi karena gagalnya atau tidak adanya sebuah perencanaan keuangan yang tepat. Lakukan kembali sebuah perencanaan keuangan yang akan membantu anda keluar dari jeratan utang kartu kredit, cobalah untuk melakukan beberapa langkah di bawah ini:
- Hitung jumlah semua tagihan yang harus Anda selesaikan.
- Sesuaikan dengan jumlah penghasilan bulanan Anda dan tetapkan waktu pembayaran yang paling efektif / cepat yang dapat anda lakukan untuk melunasi seluruh tagihan kartu kredit anda.
- Alokasikan dana-dana yang penggunaannya fleksibel dan tidak wajib dalam pengeluaran bulanan anda sebagai dana pelunasan utang kartu kredit anda.
2. Berkomitmen untuk Melakukan Pelunasan Tagihan
Pada akhirnya setiap kewajiban harus selalu dibarengi dengan sebuah komitmen dan tindakan, tak terkecuali dengan kewajiban dalam pelunasan hutang kartu kredit. Karena itu, penting sekali untuk meyakinkan diri sendiri agar bisa memulai langkah demi langkah yang akan membantu anda terbebas dari jeratan utang tersebut. Cobalah menghentikan segala bentuk pembelanjaan yang tidak perlu, hal ini penting dilakukan agar tidak menambah tumpukan utang kartu kredit anda menjadi lebih banyak lagi. Lakukan penyicilan utang kartu kredit secara rutin setiap bulannya, tindakan ini akan membuat utang semakin berkurang dan kemungkinan terlunasi semakin besar.
3. Lakukan Pelunasan Secara Bertahap
Berpikirlah positif dan tetap fokus pada pelunasan utang kartu kredit Anda, lakukan penyicilan dari tagihan yang paling kecil terlebih dahulu, hal ini penting dilakukan agar anda yakin bahwa Anda mampu melakukan pelunasan terhadap seluruh tagihan utang, bahkan kelak untuk tagihan yang terbesar sekalipun.
4. Minta Solusi Penyelesaian dari Pihak Bank
Saat Anda merasa sudah tidak mampu melakukan penyelesaian terhadap seluruh tagihan kartu kredit anda dalam jangka waktu beberapa bulan, maka ada baiknya anda melakukan negosiasi dengan pihak bank penerbit kartu kredit anda.
Pada umumnya bank akan memberikan solusi dalam bentuk pelunasan utang dalam jangka waktu tertentu tanpa dikenakan bunga, sehingga Anda dapat melakukan penyicilan dalam jumlah yang tetap dan disesuaikan dengan kemampuan bayar Anda setiap bulannya. Selama berlangsungnya proses pelunasan ini biasanya pihak bank akan melakukan penutupan sementara / penguncian terhadap kartu kredit anda, sehingga Anda tidak dapat menggunakannya sampai pelunasan terhadap semua utang kartu kredit Anda selesai.
Bijaklah dalam Menggunakan Kartu Kredit
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita
-
Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal
-
Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham
-
Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah
-
Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?
-
IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat
-
Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO
-
Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M
-
DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas