Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, hari ini, merayakan ulang tahun yang ke 67.
Di hari ulang tahun, Darmin memberikan semangat kepada para pegawai kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk bekerja keras dalam membantu menggairahkan kembali perekonomian Indonesia.
Pasalnya, kata dia, kalau mengingat masa lalu, Indonesia saat ini telah mengalami perlambatan dan kemunduran. Ia bercerita zaman dulu sering menyalip beberapa negara di ASEAN, seperti Filipina, Thailand, dan Vietnam. Namun, kondisi saat ini justru berbanding terbalik, Indonesia sering dilewati negara-negara tersebut.
“Dulu itu, kalau soal ekonomi, kita selalu terdepan menyalip negara-negara seperti Thailand, Vietnam dan Filipina. Sekarang kita malah disalip sama mereka, mereka meninggalkan kita sudah di belakang,” kata Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (21/12/2015).
Itu sebabnya dia mengimbau para pegawai untuk bekerja keras agar Indonesia bisa menyalip negara-negara tersebut. Pasalnya, saat ini momen yang pas untuk melakukan hal tersebut.
Menurutnya Indonesia saat ini sudah memasuki periode tahun emas yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, Indonesia akan terus terbelakang dibandingkan dengan negara-negara lain.
“Kita harus terus betul-betul semangat untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Kalau dalam 5-10 tahun ini kita nggak benar-benar dimanfaatkan dengan baik, kita akan kehilangan kesempatan emas ini. dan semakin jauh mengejarnya,” kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Edukasi Keuangan Bank Jago Ajak Keluarga di Bali Lebih Bijak Kelola Uang
-
Kisah Iin Sutiyani, Dari Jeratan Rentenir Hingga Tembus Grand Final Pro Futsal League 2026
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
Sufmi Dasco Sebut Narasi Indonesia Runtuh Sengaja Digoreng: Padahal Ekonomi Kita Kuat
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026