Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bercerita jika situasi perdagangan tambang saat ini tengah tidak bagus. Komoditas tambang turun di titik rendah.
Hal ini tidak terjadi sektor lain. Minerba saat ini terkoreksi, bahkan sebagian pengusah batubara terpaksa harus kehilangan setengah pendapatannya. Menurut Sudirman, hal ini jarang terjadi.
"Lima tahun lalu kita ketemu dengan muka yang cerah, sangat cerah. Tapi sekarang, pengusaha kehilangan separuh pendapatannya, karena harga komoditas turun," kata Sudirman di Kantor Ditjen Minerba, Tebet, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Tidak hanya komoditas tambang saja yang mengalami penurunan, harga minyak mentah pun mengalami penurunan sangat dalam. Harga minyak dunia pernah ada di posisi 120 dolar AS per barel. Sekarang hanya 36 dolar AS per barel.
Untuk mengatasi anjloknya harga komoditas di sektor tambang ini, Sudirman mengimbau kepada pengusaha untuk melakukan pembenahan. Salah satunya mencari cara agar sektor ini bisa memberikan nilai tambah.
"Misalnya kita sedang mendorong pengusaha untuk kembangkan bisnis hilirisasi. Jadi membuat produk turunan dari tambang ini. selama ini kan kita sudah lama menjadi negara yang mudah mengekspor bahan mentah. Nah sekarang sudah saatnya melakukan sebuah perubahan agar bisa bertahan,” tegasnya.
KemenESDM akan memberikan insentif kepada pengusaha yang benar-benar ingin menjalankan kebijakan-kebijakan pemerintah guna mendongkrak industri dan perekonomian di dalam negeri.
“Nggak ada pemerintah yang ingin industrinya hancur. Kalau pengusaha mau minta insentif silahkan dibicarakan kepada pemerintah. Meski kondisinya sedang sulit, kita akan berusaha mewujudkan insentif itu,” kata Sudirman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi