Aksi menuntut pidanakan Setya Novanto
Mabes Polri berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk mengusut dugaan tindak pidana lain dalam permufakatan jahat Setya Novanto. Terutama yang mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden untuk meminta saham PT Freeport Indonesia bersama pengusaha Muhammad Riza Chalid. Dalam koordinasi itu Polri bertukar informasi dengan Kejagung untuk menjerat bekas Ketua DPR tersebut.
"Tentu kami koordinasikan dengan pihak Kejaksaan untuk mendalami dugaan tindak pidana khusus dan pidana umum dalam kasus ini," kata Badrodin di Mabes Pori, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2015).
Dugaan pemufakatan jahat Novanto bersama Riza Chalid dalam meminta saham Freeport itu kini dalam penyelidikan Kejagung. Dari fakta dan bukti yang diperoleh Kejagung lebih mempermudah Polri untuk mengusut pidana lain.
"Bagaimana pun juga kami menangani kasus ini muaranya Kejaksaan, oleh karena itu kami akan tangani. Kalau satu persepsi ada kemungkinan kami masukan satu pasal, persepsinya sama, itu akan lebih mudah. Kejaksaan sudah melakukan penyelidikan sehingga fakta-fakta itu bisa kami share, informasi bisa berbagi," ujarnya.
Namun sampai saat ini pihaknya belum menemukan pidana umumnya. Polri telah melakukan sejumlah analisis dalam kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden oleh Novanto tersebut.
"Ada beberapa analisis yang sudah kami lakukan, tetapi memang perlu kajian lebih lanjut karena pasal 310 dan 311 (KUHP tentang pencemaran nama baik) juga belum sempurna deliknya, karena tujuannya (mencatut nama Presiden) bukan untuk umum," kata mantan Kapolda Jawa Timur ini.
Suara.com - Oleh sebab itu, lanjut Badrodin, pihaknya perlu mendalami kasus ini secara matang sebelum naik penyidikan. Sebab ia mengkhawatirkan jika konstruksi hukum kasus ini belum sempurna akan menimbulkan serangan balik ke Polri.
"Kemungkinan-kemungkinan lain itu masih kami dalami, karena nanti kalau kami lakukan penyidikan ternyata tidak memenuhi unsur tentu akan ada fitnah terhadap Polri, terhadap penyidik (akan muncul opini politis) ada apa ini," tandasnya.
Komentar
Berita Terkait
-
Penggeledahan ke-13 Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen hingga Komputer dari Ruko Cipete
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Sempat Dijaga Ketat Brimob, Situasi Mabes Polri Kamis Malam Kini Terpantau Normal
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Sangkulirang-Mangkalihat Dibidik Jadi Geopark Nasional, Bisakah Jaga Alam dan Warga?
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
Istana Angkat Bicara soal Kasus yang Seret Nama Jampidsus Febrie Adriansyah
-
BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan
-
Mendadak, Rachmat Gobel Meninggal Jumat Pagi, NasDem: Kemarin Sehat Walafiat Ikut Diskusi di DPR
-
BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi
-
OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia