Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Ahmad Muzani mengatakan kebijakan pemerintah lewat Menteri ESDM Sudirman Said tentang penetapan dana ketahanan energi tidak memiliki landasan hukum.
"Bagaimana mungkin setiap konsumen yang beli BBM baik solar atau premium harus menyumbang Rp200 untuk Premium dan Rp300 untuk Solar yang uang itu kita nggak tahu peruntukannya dan landasan hukumnya. Sehingga itu artinya bukan pemerintah yang mensubsidi rakyat, tapi rakyat yang subsidi pemerintah. Ini sudah kebalik-balik," kata Anggota Komisi I DPR di Senen, Jakarta Pusat, Minggu (27/12/2015).
Menurut Muzani hal itu akan membuat daya beli terhadap BBM menjadi rendah. Di banyak negara, katanya, untuk meningkatkan daya beli, pemerintah mensubsidi kebutuhan rakyat.
"Karena itu, kami, Gerindra, meminta Pemerintah membatalkan rencana itu. Karena itu bukan hanya tidak berdasar, tapi memberatkan rakyat. Dan, itu menurut saya harus dihentikan dan dibatalkan. Karena ini kan baru rencana, jadi masih bisa dibatalkan," kata dia.
Sebelumnya, pemerintah lewat Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan dana ketahanan energi ditargetkan dalam satu tahun mencapai Rp15 triliun sampai Rp16 triliun. Dana itu dikelola Kementerian ESDM dengan kordinasi dengan Kementerian Keuangan. Sudirman menyebut nantinya dana akan diaudit BPKP dan BPK. Dana diambil dari harga BBM, untuk premium rakyat dibebani Rp200 per liter dan untuk solar dibebani Rp300 per liter.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya
-
Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia
-
Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat
-
Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya
-
Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah