Suara.com - Setelah dua hari mengalami rally, Rupiah hari ini mengalami koreksi. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (3/2/2016) pagi, bergerak melemah sebesar 44 poin ke posisi Rp13.705 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.661 per dolar AS.
"Mata uang rupiah mengalami koreksi terhadap dolar AS sejalan dengan mayoritas kurs di kawasan Asia," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta.
Menurut dia, kembalinya tren pelemahan harga minyak mentah menjadi isu utama selain data ekonomi yang kurang baik dari Cina dan sejumlah negara maju lainnya seperti Amerika Serikat.
Harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Rabu (3/2/2016) pagi ini, terpantau berada di level 29,58 dolar AS per barel, melemah 1,00 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 32,44 dolar AS per barel, turun 0,86 persen.
Kendati demikian, lanjut dia, pelemahan mata uang rupiah dapat terbatas dikarenakan terbantu oleh aliran dana asing yang cenderung masuk ke instrumen keuangan berbasis suku bunga seperti surat utang atau obligasi yang masih menjadi incaran.
"Isu pertumbuhan domestik menjadi fokus pasar, produk domestik bruto (PDB) sedianya akan diumumkan pada 5 Februari 2016 dan diperkirakan membaik," katanya.
Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menambahkan bahwa pelaku pasar uang cenderung memburu aset aman seperti obligasi pemerintah pada di tengah harga minyak yang kembali terkoreksi.
"Mengawali perdagangan di bulan Februari ini investor terlihat berhati-hati, harga minyak yang turun serta data manufaktur Eropa, Amerika Serikat, dan juga Cina yang melambat. Instrumen obligasi dinilai aman dalam menjaga nilai aset," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
Terkini
-
Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah
-
Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan
-
Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran
-
Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk
-
Kemenkop Bantah Isu Kopdes Merah Putih Picu Konflik di Adonara, Ini Faktanya
-
OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya
-
Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun
-
Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM