Suara.com - Pemerintah sedang menyusun formula baru harga gas bumi. Harga ini akan dikaitkan dengan perkembangan harga minyak mentah dunia.
Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja mengatakan, ketika harga minyak dunia bergerak turun, maka harga gas bumi di dalam negeri juga akan turun. Demikian pula sebaliknya.
"Dalam formula ini, selain ada faktor harga perolehan gas, konstanta harga dasar, dan eskalasi untuk penyesuaian inflasi, juga ada harga minyak. Kalau harga minyak naik, harga gas juga naik. Kalau turun, harga gas juga turun," kata Wiratmaja dalam pernyataannyaKamis (4/2/2016).
Wiratmaja menambahkan, dalam formula harga gas bumi yang baru tersebut, pemerintah juga akan memasukkan harga produk untuk memberikan marjin bagi industri yang memberikan banyak lapangan pekerjaan.
Dengan demikian, lanjutnya, formula harga gas yang baru akan lebih tertata dan adil bagi semua pihak. Menurut dia, harga rata-rata gas bumi untuk dalam negeri pada saat ini bervariasi cukup tinggi.
Untuk listrik, harga terendah mencapai 2,25 dolar AS per juta British thermal unit (MMBTU) dan tertinggi 7,97 dolar per MMBTU. Sedangkan pupuk dan petrokimia, harga berkisar dari terendah 2,87 dolar per MMBTU dan tertinggi 8 dolar per MMBTU.
"Harga gas untuk industri, terendah 1,46 dolar per MMBTU dan tertinggi 7,32 dolar per MMBTU," kata Wiratmaja. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri