Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Rabu (17/2/2016) sore ditutup melemah sebesar 20 poin menjadi Rp13.414. Pada perdagangan sebelumnya rupiah di posisi Rp13.394 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan bahwa fluktuasi harga minyak mentah dunia yang masih berada di level rendah membuat minat investor pasar uang untuk masuk ke pasar mata uang berisiko, salah saunya rupiah cenderung berkurang sehingga mengalami tekanan.
"Sentimen di pasar uang saat ini cenderung mengarah pada kehati-hatian di tengah fluktuasi harga minyak mentah yang relatif masih rendah," katanya.
Ia menambahkan bahwa keputusan beberapa negara eksportir minyak terbesar dunia untuk mempertahankan produksi di level tinggi masih menjadi salah satu faktor yang membuat tertahannya harga minyak mentah.
"Penguatan mata uang dolar AS masih cukup solid terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah," katanya.
Sementara itu, pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada dalam kisaran yang stabil di tengah penantian pelaku pasar uang terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) mengenai kebijakan suku bunga acuan.
"Pelaku pasar mengharapkan Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuan, dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan konsumsi domestik," katanya.
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (17/2/2016) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.504 dibandingkan Selasa (16/2/2016) Rp13.333. (Antara)
Berita Terkait
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok