Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Selasa sore (23/2/2016) bergerak menguat sebesar 18 poin menjadi Rp13.420 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.438 per dolar AS.
"Mata uang rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar AS seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang stabil," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (23/2/2016).
Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (22/2/2016) sore ini, berada di level 32,60 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 33,92 dolar AS per barel.
Ia menambahkan bahwa data keyakinan konsumen dan penjualan rumah tersedia di Amerika Serikat yang diprediksi lebih rendah dari sebelumnya juga menjadi salah satu faktor yang membebani laju dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.
Selain itu, lanjut dia, sentimen positif lainnya bagi mata uang rupiah yakni pertimbangan investor terhadap langkah yang akan diambli oleh beberapa anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia untuk menahan level produksinya.
"Kondisi itu berpotensi mendorong harga minyak dunia kembali masuk dalam tren penguatan," katanya.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang stabil.
"Minimnya data ekonomi domestik membuat pergerakan rupiah cenderung lebih mengikuti dinamika perekonomian global, salah satunya fluktuasi harga minyak mentah dunia," katanya.
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (23/2/2016) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat menjadi Rp13.397 dibandingkan hari sebelumnya (22/2/2016) Rp13.460. (Antara)
Berita Terkait
-
Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?
-
BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026
-
BI Batasi Pembelian Tunai Dolar Mulai April, Rupiah Terus Melemah
-
AS Desak Militer Jepang, Korsel, China hingga Eropa Buka Selat Hormuz, Realistis atau Sia-sia?
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan
-
Siasat Airlangga Hadapi Gejolak Timur Tengah: Defisit APBN Tetap di Bawah 3%, ASN Bakal WFH?
-
Presiden Imbau Hemat Energi, Ini Tips Masak yang Lebih Efisien dari Pertamina
-
Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!
-
Bocah 10 Tahun di Gunungkidul Putus Sekolah Demi Rawat Orang Tua, Relawan Prabowo Turun Tangan
-
Daftar Promo Tiket Whoosh Selama Mudik Lebaran, Diskon hingga Rp 100.000
-
Momen Ramadan Dimanfaatkan Pengembang untuk Dongkrak Penjualan Properti
-
Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni
-
Konflik AS-Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga BBM di 95 Negara, RI Paling Merana?
-
Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi