Suara.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jabar Banten Tbk (Bank BJB) menggarap intentisif kredit pemilikan rumah (KPR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jawa Barat.
"KPR Bank BJB terus tumbuh pada 2015 sekitar 15 persen. Tahun ini diintensifkan lagi," kata Direktur Utama Bank BJB Achmad Irfan di Bandung, Kamis (3/3/2016).
Menurut dia, fokus penyaluran KPR Bank BJB pada 2015 melakui kerja sama dengan Pemprov Jabar untuk memfasilitasi pembiayaan KPR bagi PNS Setda Pemprov Jabar.
Ia menyebutkan, penyaluran KPR Bank BJB diprioritaskan untuk kepemilikan rumah pertama dan penghasilan pertama. Menurut dia, program itu mendapat respon positif dari para PNS yang terbukti dari peningkatan pembiayaan itu.
"Proses KPR bagi PNS Pemprov Jabar tetap mengguna skema pembiayaan Bank BJB lainnya untuk PNS, peminatnya cukup banyak dan kita akan terus folow up pasar ini," kata Irfan.
Lebih lanjut ia menyebutkan pemerintah mencanangkan pembangunan sejuta rumah baru di Indonesia, sedangkan di Jawa Barat ditargetkan terbangun sebanyak 100 ribu rumah baru dimana skema pembiayaanya melalui KPR.
"Potensinya besar, di Jabar sekitar 100 ribu rumah. Di sisi lain kebutuhan rumah pertama bagi PNS juga cukup tinggi," kata Direkrut Utama Bank BJB itu menambahkan.
Mengacu laporan keuangan BJB, KPR yang disalurkan BJB pada akhir tahun lalu mencapai Rp4,5 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 1,35 persen dibanding 2014 yang mencapai Rp4,44 triliun. (Antara)
Berita Terkait
-
Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian
-
Melonjak 54,37%, BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,85 Triliun Hingga Mei
-
Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!