Bisnis / Makro
Senin, 04 April 2016 | 21:05 WIB
Ilustrasi kilang minyak. (Shutterstock)

Suara.com - Presiden Jokowi mengatakan keputusan pembangunan kilang gas Blok Masela di darat didasarkan pada aspirasi masyarakat.

"Saya sudah turunkan intelijen untuk dengarkan suara di Maluku, di sini menghendaki darat," kata Jokowi di Ambon, Maluku (4/4/2016).

Dia menegaskan pembangunan infrastruktur berskala besar seperti Blok Masela harus memberikan dampak yang signifikan bagi daerah sekitarnya.

Dia juga mengatakan kilang di darat akan memudahkan pengawasan pembangunannya, tidak seperti kalau di laut.

Jokowi menekankan penyiapan design kewilayahan. Dia memberi contoh yang terjadi di Bontang, dimana kawasan tersebut menjadi enclave yang tumbuh sendiri di luar lingkungannya.

"Di darat kalau tidak di-design yang baik, jadinya juga tidak baik. Apalagi di laut, ini nanti menjadi super enclave, jadi rakyat hanya lihat dari jauh," ujar dia.

Siapkan SDM lokal

Jokowi mengharapkan sumber daya manusia di Maluku dapat berperan dalam pengelolaan Blok Masela ketika selesai dibangun nanti pada tahun 2024.

"Ini dibangun sekitar delapan tahun yang akan datang. Mestinya SDM diambil oleh Maluku, jangan sampai saya sudah maksa di darat seperti ini, nanti dari luar (tenaga kerjanya)," kata dia.

Oleh sebab itu, Jokowi memerintahkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk mempersiapkan ahli-ahli minyak dan gas dari Universitas Pattimura sehingga dalam kurun waktu 4-5 tahun yang akan datang tenaga terampil sudah siap.

"Saya perintahkan ke Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi siapkan Politeknik Ambon dan Universitas Pattimura. Siapkan ini, tidak ada lagi alasan SDM tidak ada. Dihitung sekalian dari sekarang, kalau mereka butuh 1000, siapkan 2000," kata Jokowi.

Load More