Bisnis / Energi
Senin, 16 Maret 2026 | 15:08 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Pemerintah mendesak INPEX segera mengambil Keputusan Investasi Akhir Proyek Abadi Masela senilai USD 20 miliar di Laut Arafura.
  • Menteri ESDM menargetkan tahapan FEED dimulai pada paruh kedua 2026 agar tender EPC dapat dilaksanakan paralel.
  • Pemerintah menawarkan Danantara menyerap 9 MTPA produksi gas jika pembeli serius belum ada hingga April 2026.

Suara.com - Pemerintah mendesak INPEX Corporation untuk segera menetapkan keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) Proyek Abadi Masela guna mengakhiri penundaan selama puluhan tahun. 

Dalam pertemuan di Tokyo, Minggu (15/3/2026),  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan percepatan proyek senilai USD 20 miliar atau setara Rp 339 triliun tersebut. 

Proyek di Laut Arafura tersebut ditargetkan menjadi motor ekonomi Indonesia Timur sekaligus penopang pasokan gas industri nasional.

Bahlil mengapresiasi kemajuan proyek yang telah mencapai 25 persen. Bahlil menargetkan tahapan Front End Engineering and Design (FEED) dimulai pada kuartal kedua atau ketiga 2026, agar tender Engineering Procurement Construction (EPC) dapat dilakukan secara paralel.

"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC," ujar Bahlil dalam pertemuan itu," kata Bahlil lewat keterangannya yang dikutip pada Senin (16/3/2026). 

Proyek LNG Abadi Blok Masela. [INPEX]

Di samping itu, Bahlil menawarkan agar Danantara menyerap produksi Lapangan Abadi Masela sebesar 9 MTPA jika belum ada pembeli serius hingga akhir April 2026. Skema ini mencakup pemenuhan kebutuhan pasokan untuk program hilirisasi guna mempercepat target FEED.

"Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan INPEX dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang membeli," ujar Bahlil.

CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, merespons positif dukungan Menteri ESDM dan menyatakan komitmen jajarannya untuk mempercepat realisasi Proyek Abadi Masela.

"Termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan Abadi. Bukan hanya Pak Menteri, tetapi juga kami memiliki komitmen yang sama untuk segera mengerjakan Abadi. Dan setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat lagi untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi ini," kata Ueda.

Baca Juga: Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan ke AS, Pasokan Dijamin Aman

Adapun sisi administratif, proyek ini telah menyelesaikan sejumlah perizinan utama pada awal 2026. Izin pelepasan kawasan hutan diterbitkan pada Januari, diikuti dengan persetujuan AMDAL pada 13 Februari 2026. 

Load More