Sejumlah pedagang sapi di Indonesia mengaku enggan membeli sapi yang dijual oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Mereka mengaku, meski dijual murah pun para pedagang enggan membeli sapi-sapi tersebut.
Pasalnya, sapi yang dijual BUMD tersebut dagingnya dinilai terlalu tipis dan bobot sapi yang terlalu rendah sehingga jika dijual pedagang merasa rugi karena tidak laku.
Menanggapi hal tersebut, Meteri Pertanian Amran Sulaiman tidak mau pusing dengan keluhan pedagang tersebut. Menurutnya, yang terpenting soal daging sapi ini rantai pasokannya dari NTT ke Jakarta lancar.
"Jangan pusingin soal kurusnya (sapi) yang dibahas. Tapi lihat bahwa angkutannya yang penting sudah lancar. Jadi artinya ini kita sudah memperpendek rantai pasokannya," kata Amran di kantornya, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).
Ia pun mengklaim, apa yang dikeluhkan oleh para pedagang tersebut tidak memiliki landasan yang kuat kalau sapi daging tipis maka pedagang kesulitan menjual ke konsumen.
"Mau dagingnya kurus atai gemuk, kalau sudah di potong ya itu sama aja daging kan. Yang penting lancar aja rantai pasokannya, kami lega kok," katanya.
Berita Terkait
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Mentan: Stok beras Capai 5 Juta Ton pada April
-
Setelah Arab Saudi, Pemerintah Sasar Ekspor Beras ke Negara Tetangga
-
Debat Panas di DPR, Dasco Pasang Badan Demi Bantuan Diaspora Masuk ke Aceh
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya