Suara.com - Bank Dunia pada Selasa (12/4/2016) menyambut anggota terbarunya, Republik Nauru, negara Pulau Pasifik, menjadi negara ke-189 yang bergabung dengan Kelompok Bank Dunia.
Siaran pers Bank Dunia menyebutkan Menteri Keuangan, Pembangunan Berkelanjutan dan Kehakiman Nauru David Adeang secara resmi telah menandatangani artikel perjanjian Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD).
Dengan populasi sekitar 10.000 dan luas tanah 21 kilometer persegi, Nauru adalah negara terkecil di Pasifik Selatan. Nauru juga merupakan anggota terkecil Bank Dunia berdasarkan luas daratan
Nauru menghadapi tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan serta memastikan keberlanjutan fiskal dan utang dalam jangka menengah -- tantangan yang dihadapi oleh banyak negara-negara Pulau Pasifik.
Keanggotaan Bank Dunia akan memungkinkan Pemerintah Nauru untuk mengakses bantuan teknis Bank Dunia termasuk bidang-bidang di mana Bank Dunia memiliki keahlian di Pasifik, seperti pengelolaan air dan sanitasi, keuangan publik, transportasi dan manajemen risiko bencana.
Nauru juga memenuhi syarat untuk mendapat dukungan keuangan dari dana perwalian yang dikelola oleh Bank Dunia. (Antara)
Berita Terkait
-
Momen Prabowo Paparkan Prabowonomics di World Economic Forum 2026
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss, Akan Bertemu Raja Charles III dan Hadiri WEF
-
Disebut Paling Bahagia, Indonesia Justru Dibayangi Tingkat Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia
-
Ekonomi Global Bakal Melambat di 2026, Bagaimana Kondisi Indonesia?
-
Menkeu Purbaya Balas Ramalan Bank Dunia
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
-
China Kunci 20 Perusahaan Terkait Militer Jepang, Ada Mitsubishi dan Subaru
-
Pasar Waspada, Harga Minyak Dunia Terganjal Isu Nuklir dan Tarif Trump
-
Bank China Construction (MCOR) Bukukan Pertumbuhan Laba dan Aset
-
Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram
-
Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata
-
8 Calon Emiten Mau IPO dengan Aset Jumbo, Ini Bocorannya
-
Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026