Bisnis / Makro
Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menemui investor Amerika Serikat pada Senin (13/4/2026) waktu setempat. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ketahanan APBN Indonesia terhadap gejolak ekonomi global saat pertemuan IMF di Amerika Serikat.
  • Pemerintah memiliki cadangan Saldo Anggaran Lebih sebesar Rp420 triliun untuk menjaga stabilitas ekonomi tanpa harus menggunakan dana tersebut.
  • Purbaya menolak tawaran bantuan utang sebesar 25-30 miliar dolar AS dari IMF dan World Bank karena kondisi keuangan aman.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan pengalamannya saat bertemu International Monetary Fund (IMF) dan World Bank atau Bank Dunia saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, Menkeu Purbaya ditanya apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih kuat di tengah kondisi gejolak ekonomi buntut perang AS vs Iran, termasuk kenaikan harga minyak.

"Minggu lalu di IMF Spring, banyak yang tanya, saya ulangi lagi. 'Memangnya APBN kita kuat menahan kenaikan harga minyak dunia?' Saya bilang kuat, pertahanan kita berlapis-lapis," katannya dalam acara Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Bendahara Negara beralasan kalau dirinya masi memiliki dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau kas Pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia sebesar Rp 420 triliun. 

Kendati begitu Purbaya yakin kalau Pemerintah tidak akan menggunakan dana SAL. Bahkan apabila kepepet, ia menjamin tidak akan memakai kas pemerintah tersebut.

Di pertemuan itu juga Purbaya mengungkapkan kalau IMF dan World Bank menawarkan bantuan utang kepada negara-negara yang mengalami kesulitan. 

Kedua lembaga internasional itu sudah menyediakan uang 25-30 Miliar Dolar AS (sekitar Rp 429,2 T hingga Rp 515 T). Tapi Purbaya menolak bantuan utang tersebut.

"Sekarang saya belum butuh. Saya punya SAL aja segitu, 25 miliar Dolar AS lebih ya. Jadi kondisi kita aman, defisit terkendali, buffer cukup," jelasnya.

Baca Juga: Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Load More