- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ketahanan APBN Indonesia terhadap gejolak ekonomi global saat pertemuan IMF di Amerika Serikat.
- Pemerintah memiliki cadangan Saldo Anggaran Lebih sebesar Rp420 triliun untuk menjaga stabilitas ekonomi tanpa harus menggunakan dana tersebut.
- Purbaya menolak tawaran bantuan utang sebesar 25-30 miliar dolar AS dari IMF dan World Bank karena kondisi keuangan aman.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan pengalamannya saat bertemu International Monetary Fund (IMF) dan World Bank atau Bank Dunia saat kunjungan kerja ke Amerika Serikat pekan lalu.
Dalam pertemuan itu, Menkeu Purbaya ditanya apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih kuat di tengah kondisi gejolak ekonomi buntut perang AS vs Iran, termasuk kenaikan harga minyak.
"Minggu lalu di IMF Spring, banyak yang tanya, saya ulangi lagi. 'Memangnya APBN kita kuat menahan kenaikan harga minyak dunia?' Saya bilang kuat, pertahanan kita berlapis-lapis," katannya dalam acara Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Bendahara Negara beralasan kalau dirinya masi memiliki dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau kas Pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia sebesar Rp 420 triliun.
Kendati begitu Purbaya yakin kalau Pemerintah tidak akan menggunakan dana SAL. Bahkan apabila kepepet, ia menjamin tidak akan memakai kas pemerintah tersebut.
Di pertemuan itu juga Purbaya mengungkapkan kalau IMF dan World Bank menawarkan bantuan utang kepada negara-negara yang mengalami kesulitan.
Kedua lembaga internasional itu sudah menyediakan uang 25-30 Miliar Dolar AS (sekitar Rp 429,2 T hingga Rp 515 T). Tapi Purbaya menolak bantuan utang tersebut.
"Sekarang saya belum butuh. Saya punya SAL aja segitu, 25 miliar Dolar AS lebih ya. Jadi kondisi kita aman, defisit terkendali, buffer cukup," jelasnya.
Baca Juga: Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis
Berita Terkait
-
Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis
-
Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045
-
Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL