Suara.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Rosan Roeslani menilai kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang telah diresmikan oleh pemerintah dan DPR beberapa waktu lalu hanya memihak kepada kalangan konglomerat saja. Kebijakan ini justru untuk pembangunan Indonesia secara menyeluruh.
"Bukan seperti itu. Sebetulnya, tax amnesty ini diharapkan untuk membawa keterbukaan kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Ini kan untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Karena Indonesia membutuhkan dana yang besar untuk pembangunan yang sifatnya menyeluruh," kata Rosan saat ditemui dalam 'Sosialisasi Tax Amnesty' di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).
Ia pun mengaku, sebagian masyarakat di Indonesia sudah mulai penasaran dengan adanya kebijakan tax amnesty. Di mana perekonomian Indonesia mulai menunjukkan ada perbaikan secara bertahap.
"Jadi kami berharap, kebijakan ini dapat berjalan dengan secepat mungkin. Seperti yang dikatakan pak JK, lebih cepat lebih baik. Jadi kebijakan ini diharapkan bisa memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia ke yang lebih baik," katanya.
Selain itu, Rosan mengaku, Kadin telah berkomitmen akan membantu pemerintah untuk mensosialisasikan tax amnesty ini ke seluruh daerah di Indonesia.
"Kemarin di Semarang, Perdana Kadin dan Apindo mensosialiasikan kebijakan ini. Masyarakat antusias sekali. Undangan yang disebar 400 undangan, yang hadir 600 orang," kata Rosan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?