Suara.com -
Tak bisa dipungkiri setiap orang pasti akan mengalami masa pensiun, yang tidak bisa seproduktif ketika usia muda. Dalam masa pensiun yang tak lagi memiliki penghasilan, kita akan tetap membutuhkan uang untuk membiayai hidup harian yang semakin lama semakin meninggi karena adanya inflasi (kenaikan harga).
Apabila masa pensiun telah tiba dan kita tidak memiliki persiapan, tentunya kita akan mengalami kesulitan finansial. Maka dari itu, kita harus mulai mempersiapkan dana pensiun saat kita berada di usia produktif. Semakin dini kita mempersiapkan tabungan hari tua, semakin terjamin hari tua kita.
Berikut ini terdapat beberapa tahapan dalam mempersiapkan masa pensiun.
1.Menentukan umur pensiun
Umur pensiun diperlukan untuk menentukan jangka waktu kita mengumpulkan uang tabungan untuk hari tua. Misalnya saja, saat ini kita berusia 30 tahun dan berencana untuk pensiun pada umur 55 tahun. Jadi, kita memiliki waktu 25 tahun untuk mengumpulkan uang pensiun ini.
Semakin muda kita mempersiapkan dana pensiun, maka jangka waktu yang kita miliki akan semakin lama untuk mulai mengumpulkan uang, sehingga dana yang dikumpulkan bisa lebih besar jumlahnya.
2.Memperhitungkan biaya hidup saat pensiun
Menghitung biaya hidup setelah pensiun perlu disesuaikan dengan kebutuhan kita saat itu. Jadi, ada pos-pos yang mesti ditambahkan atau dikurangkan. Misalnya, saat pensiun biaya hidup bisa berkurang karena sudah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sekolah anak lagi. Namun, ada pos-pos yang harus ditambahkan, yaitu biaya dokter karena biasanya usia pensiun rentan terhadap penyakit.
Karena ada inflasi, biaya hidup setelah pensiun tentunya akan lebih besar dibandingkan biaya saat ini. Maka, kita perlu mengkalkulasinya berdasarkan konsep future value dengan memasukkan unsur inflasi dalam perhitungan. Misalnya saja, dengan asumsi tingkat inflasi 6 persen per tahun, maka dalam kurun waktu 25 tahun ke depan, biaya hidup yang saat ini per bulan sekitar Rp5 juta bisa melonjak menjadi Rp21,46 juta per bulan.
Kemudian apabila kita pensiun pada saat umur 55 tahun dan masih ada masa hidup 20 tahun (hingga usia 75 tahun); maka setidaknya kita harus mempersiapkan uang sebesar Rp5,15 miliar untuk memenuhi kebutuhan hidup selama pensiun.
3.Melakukan investasi
Setelah mengetahui total biaya masa pensiun, langkah terakhir adalah mempersiapkan dana tersebut. Cara yang cukup efektif dalam mempersiapkan dana pensiun ini adalah melalui investasi. Sebab, apabila hanya dengan menabung saja tidak akan mungkin mencukupi biaya hidup yang tinggi saat pensiun nanti.
Dengan berinvestasi, kita dapat mengharapkan pertumbuhan dana yang mampu melebihi tingginya tingkat inflasi. Kita dapat berinvestasi pada berbagai instrumen seperti emas, properti, reksa dana, obligasi, dan saham. Pertumbuhan instrumen-instrumen investasi ini cukup ampuh dan akan lebih terasa manfaatnya setelah dilakukan dalam jangka waktu yang relatif panjang.
| Published by Bareksa.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta
-
Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol
-
IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%
-
Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang
-
Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara
-
Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global
-
Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto