Suara.com - Langkah awal mengelola keuangan yang baik adalah dengan menyisihkan uang untuk ditabungkan. Uang hasil dari menabung ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan, tetapi hanya dalam jangka pendek. Sementara itu, untuk kebutuhan jangka panjang, kita harus dapat berinvestasi agar uang yang kita simpan itu dapat memberikan keuntungan yang lebih maksimal.
Sebelum berinvestasi, sebaiknya kita dapat memilih produk yang sesuai dengan tujuan keuangan dan kebutuhan di masa depan. Dalam hidup, setiap orang tentunya memiliki tujuan keuangan yang berbeda-beda, maka kumpulan aset investasi (portofolio) yang dimiliki satu orang dengan yanglainnya bisa beragam. Setelah kita menentukan tujuan keuangan ini, kita harus menganalisa perhitungan portofolio berdasarkan usia. Hal ini dilakukan agar dapat menyesuaikan tujuan keuangan dan profil risiko setiap individu.
Pemilihan jenis investasi berdasarkan usia ini dapat terbagi dalam beberapa kelompok yakni sebagai berikut:
Usia 20 hingga 30-an
Pada usia yang masih tergolong muda, kita tentunya masih memiliki semangat yang didukung dengan kondisi tubuh yang kuat. Kondisi ini memungkinkan kita dapat bekerja lebih cepat, agresif, dan memiliki penghasilan yang stabil. Akan tetapi, risiko pada usia ini adalah boros yang cenderung besar. Saat kita dalam kelompok usia ini, kita sangat disarankan untuk mulai menyisihkan pendapatan hasil kerja keras kita. Sejalan dengan itu, kita juga sebaiknya mulai memiliki investasi.
Bila kita dalam usia ini baru mengenal investasi, sebaiknya kita menanamkan modal pada aset berisiko rendah seperti emas atau bisa juga ke produk yang berkaitan dengan asuransi seperti unit link. Akan tetapi, bila pada kelompok usia ini kita sudah memahami lebih dalam tentang investasi, kita juga boleh mengambil produk dengan risiko lebih tinggi untuk mencari potensi keuntungan yang besar seperti reksa dana saham dan saham. Tidak perlu khawatir akan risiko besar, karena jangka waktu investasi pada usia ini masih panjang.
Usia 30 hingga 40-an
Sebagian orang yang berada di kelompok usia masih berstatus single tetapi ada juga yang sudah berkeluarga. Posisi atau jabatan pekerjaan yang mungkin diduduki kelompok usia ini adalah middle sampai manajer senior yang biasanya telah memiliki banyak tunjangan dan fasilitas sesuai jabatannya. Rekomendasi investasi yang paling disarankan untuk rentang usia ini adalah produk dengan risiko menengah seperti properti, reksa dana, unit link, dan obligasi.
Usia 50-an
Saat menginjak usia ini, kemungkinan besar dana kita akan mengalir untuk pendidikan anak. Sebaiknya, kita juga tidak lupa untuk mulai memikirkan masa pensiun sehingga harus lebih melindungi pendapatan. Fokuslah ke produk investasi berisiko rendah yakni obligasi ritel, reksa dana pasar uang, dan deposito.
Usia 60-an (Masa Pensiun)
Pada masa ini, kita sebaiknya mulai melepas aset investasi berisiko menengah dan tinggi. Alokasikan 80 persen aset kita ke investasi dengan risiko rendah seperti emas. Serta, jangan lupa untuk memikirkan biaya kesehatan. Bila kita memutuskan untuk membuka bisnis, pilihan yang cocok adalah properti seperti kos-kosan, agrobisnis, dan transportasi. Selain itu, kita bisa juga menjadikan hobi untuk berbisnis, seperti membuka kursus piano bila kita handal memainkan alat musik ini. Alternatif lain adalah kita bisa membuka taman bacaan bila memiliki hobi membaca dan mengumpulkan buku.
Seberapa pun besar keinginan kita untuk menghasilkan uang, jangan langsung tergoda dengan hasil besar. Pada dasarnya prinsip investasi adalah high risk-high gain, low risk-low gain. Bila ingin mendapat hasil besar, tentu risikonya juga besar, begitu pula sebaliknya.
| Published by Bareksa.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
AFTECH Rilis Buku Panduan Kolaborasi Pindar-Bank Perluas Akses Kredit
-
WOOK Group Investasi Talenta Digital Lewat Beasiswa
-
Kapitalisasi Pasar Saham RI Kembali Naik Tembus Rp 14.889 triliun
-
BRI Barca Week 2026 Jadi Momentum Peluncuran BRI Debit FC Barcelona
-
DEWA Tuntaskan Buyback Saham Hampir Rp 1 Triliun, Rampung Lebih Awal
-
Pemerintah Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah, Bahlil Minta Bank Biayai Hilirisasi
-
Saham MGLV Naik 4.271 Persen, Kini Resmi Dikuasai Raksasa Data Center
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
-
Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?
-
Saham BUMI Diborong Lagi, Target Harganya Bisa Tembus Level Rp500?