Suara.com - Dalam hidup, banyak peristiwa atau hal tak terduga yang membutuhkan uang cukup besar seperti sakit, kendaraan rusak, atau musibah lainnya. Dengan alasan inilah kita perlu menyiapkan dana darurat.
Dana darurat merupakan uang yang bisa digunakan sewaktu-waktu apabila kita tertimpa suatu kondisi yang sifatnya urgent (penting), mendadak dan segera. Dana cadangan ini sangat penting untuk kita miliki sebagai solusi keuangan di saat situasi darurat.
Fungsi dana darurat bukan sekedar digunakan untuk biaya berobat saat menderita sakit, kecelakaan, atau musibah. Namun, dana darurat dapat digunakan untuk biaya hidup selama beberapa bulan ke depan jika seseorang kehilangan pekerjaannya. Sebelum hal itu terjadi, alangkah baiknya kita dapat mempersiapkan dana darurat sejak dini.
Lantas, seberapa besar dana darurat yang harus kita miliki?
Besarnya dana cadangan ini dapat kita rencanakan dengan menyisihkan uang yang idealnya sebesar 3 sampai 6 kali gaji bulanan. Angka tersebut diperkirakan cukup siap untuk menghadapi situasi tak terduga. Kemudian apabila kita memiliki pekerjaan yang tidak tetap, kita dapat mempersiapkan dana cadangan lebih besar lagi.
Ada baiknya kita juga mulai memasukkan pos dana darurat atau cadangan ke dalam anggaran bulanan. Pisahkan dana darurat ini dengan pos investasi, karena kedua pos ini memiliki fungsi atau kegunaan yang berbeda.
Dalam menyimpan dana darurat, kita dapat mempersiapkan dalam bentuk rekening tabungan yang mudah dicairkan. Kita bisa membuka rekening dengan fasilitas auto debet dari rekening utama atau rekening gaji. Hal ini dilakukan agar kita rutin menyisihkan uang khusus untuk darurat. Namun, perlu diperhatikan juga kedisiplinan kita agar tidak mengambil sejumlah dana darurat tersebut untuk keperluan yang tidak penting.
Kemudian, apabila kita enggan menyimpan dana darurat dalam bentuk tabungan, kita juga bisa menyimpannya ke dalam bentuk emas. Produk emas ini sangat cocok bagi kita yang sulit menahan diri untuk tidak menarik uang dari rekening.
Namun menyimpan dana darurat dalam bentuk emas seringkali tidak fleksibel nilainya. Sebagai jalan keluarnya kita dapat menggabungkan kedua sistem antara menabung dengan membeli emas yakni dengan cara apabila menarik tabungan setelah mencapai jumlah tertentu kemudian uang tersebut dibelikan emas sebaga dana darurat.
Mengumpulkan dana darurat membutuhkan proses dan waktu. Menabung memang tidak dapat memberikan kita penghasilan, tetapi dapat menutupi dan menolong pengeluaran kita ketika hal tak terduga datang menghampiri. Dan semakin cepat kita memulainya, akan semakin cepat pula kita merasakan berbagai manfaatnya.
| Published by Bareksa.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
AFTECH Rilis Buku Panduan Kolaborasi Pindar-Bank Perluas Akses Kredit
-
WOOK Group Investasi Talenta Digital Lewat Beasiswa
-
Kapitalisasi Pasar Saham RI Kembali Naik Tembus Rp 14.889 triliun
-
BRI Barca Week 2026 Jadi Momentum Peluncuran BRI Debit FC Barcelona
-
DEWA Tuntaskan Buyback Saham Hampir Rp 1 Triliun, Rampung Lebih Awal
-
Pemerintah Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah, Bahlil Minta Bank Biayai Hilirisasi
-
Saham MGLV Naik 4.271 Persen, Kini Resmi Dikuasai Raksasa Data Center
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
-
Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?
-
Saham BUMI Diborong Lagi, Target Harganya Bisa Tembus Level Rp500?