Presiden Jokowi menghadiri KTT Asia Timur yang digelar Kamis, (8/9/2016) di National Convention Centre, Vientiane, Laos[. Laily Rachev/Biro Pers Istana]
Sepulang dari kunjungan kerja ke Cina dan Laos, hari ini Jumat (9/9/2016) Presiden Joko Widodo langsung menggelar Sidang Kabinet Paripurna. Sidang Kabinet ini membahas hasil kunjungan kerja Presiden Jokowi dalam Konfrensi Tingkat Tinggi di Cina dan Laos, serta evaluasi kebijakan ekonomi.
"Dari pertemuan-pertemuan dengan kepala negara, kepala pemerintahan baik di G20 maupun di ASEAN Summit kemarin sangat kelihatan sekali betapa sekarang ini persaingan, kompetisi antar negara sangat sengit. Berata pertarungan antar negara dalam perebutan kue ekonomi, baik berupa investasi, berupa uang masuk arus modal sangat sengit sekali," kata Jokowi mengawali Sidang Kabinet Paripurna di kantor Presiden, Jakarta.
Maka dari itu, lanjut Jokowi, Pemerintah harus fokus pada core bisnis (usaha utama) core ekonomi Indonesia. Dengan fokus pada core ekonomi, Indonesia bisa memiliki posisi tawar di dunia.
"Karena dengan itulah kita bisa bangun positioning, kita bisa membangun diferensiasi, kita bisa membangun brand negara, sehingga mudah kita menyelesaikan persoalan-persialan tanpa harus kejar-kejaran apalagi kalah bersaing," ujar Jokowi kepada semua anggota Kabinet Kerja.
"Saya kira nanti Pak Wapres akan menceritakan perjalanan 71 tahun ekonomi Indonesia akan kita lihat sebetulnya di mana yang harus diperbaiki, dimana yang harus kita waspada. Saya kira kelihatan sekali kalau nanti sudah disampaikan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan