Selesai sudah rangkaian agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo selama berada di Vientiane, Laos, Kamis (8/9/2016). Sebelum bertolak menuju Jakarta, Presiden sempat berbincang sejenak dengan sejumlah jurnalis di lokasi penginapan Presiden di Asem Villa. Kepada para jurnalis, Presiden Joko Widodo berkenan memberikan keterangan seputar beberapa perkembangan di Tanah Air.
Perkembangan terkini terkait diteguhkannya kembali kewarganegaraan Indonesia (WNI) milik Archandra Tahar merupakan hal yang pertama kali dimintai keterangannya oleh para jurnalis. Presiden Joko Widodo mengaku belum mengetahui secara detail ihwal laporan tersebut. Kepada para jurnalis dirinya berujar ingin mengetahui secara lengkap terlebih dahulu mengenai proses kronologis pengurusannya.
"Jadi kronologis pengurusannya seperti apa kemudian sekarang sudah pegang WNI dengan proses seperti apa, saya belum mendapat laporan secara penuh. Karena kemarin dari pagi sampai tengah malam di Summit, di KTT terus. Nanti kalau sudah sampai (Jakarta) akan saya panggil," ujar Presiden.
Archandra Tahar sendiri resmi kembali menyandang status WNI usai Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly memutuskan untuk meneguhkan kewarganegaraan Indonesia Archandra Tahar. Peneguhan yang didasarkan pada asa perlindungan maksimum tersebut dikeluarkan Menkumham melalui Surat Keputusan bernomor AHU-1 AH.10.01 Tahun 2016 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia atas nama Archandra Tahar.
Adapun soal pencalonan Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah disetujui oleh DPR, Presiden mengatakan akan membaca terlebih dahulu surat persetujuannya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga memastikan akan segera melantik Budi Gunawan sebagai Kepala BIN dalam waktu dekat.
"Ya nanti kalau memang sudah disetujui, suratnya sudah sampai ke saya, secepatnya kita lantik," terangnya.
Penanganan Terorisme di Indonesia
Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo juga menanggapi respons positif yang diberikan negara-negara anggota ASEAN terkait penanganan terorisme di Indonesia. Dalam forum tersebut, Presiden memang sempat mempertanyakan efektivitas penanganan terorisme dengan hanya mengandalkan kekuatan militer semata.
"Berbeda penanganannya di negara yang lain, yang banyak dilakukan dengan penegakan hukum, dengan 'law enforcement', diburu dengan kekerasan. Kita ini punya pendekatan lunak, dengan cara pendekatan agama, dengan cara pendekatan budaya, itu yang kita sampaikan," tuturnya.
Meski demikian, Presiden memastikan bahwa pemerintah tetap akan melakukan penegakan hukum bila memang pendekatan-pendekatan lunak tidak membuat jera para pelaku terorisme. Sebab, menurut Presiden, Indonesia sejatinya menerapkan kombinasi antara pendekatan keras dengan pendekatan lunak. Walaupun yang disebut terakhir merupakan prioritas pemerintah saat ini.
"Tapi dari proses yang mereka lihat di Indonesia, memang mereka lihat lebih memberikan hasil. Paling tidak, tidak memproduksi teroris semakin banyak. Mereka yang mengatakan itu sendiri," ungkap Presiden sekaligus menutup sesi tanya jawab dengan para jurnalis.
Berita Terkait
-
Jokowi Berharap EAS Jadi Arsitektur Keamanan Kawasan yang Tangguh
-
Aturan RCEP Perluas Akses Pasar Indonesia di ASEAN
-
ASEAN Plus Three Kunci Utama Stabilitas Keamanan Kawasan
-
Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama ASEAN-Jepang di Bidang Maritim
-
Jokowi Tegaskan ASEAN Harus Wujudkan Perdamaian Laut Cina Selatan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks
-
5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam
-
Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya
-
Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki
-
Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta
-
DTI Series 2026 Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi Digital Nasional
-
15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!
-
YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi