Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi terhadap East Asia Summit (EAS) sebagai forum yang sangat strategis dan penting bagi kawasan Asia dan dunia. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi Ke-11 Asia Timur yang digelar hari ini Kamis, (8/9/2016) di National Convention Centre, Vientiane, Laos.
"Saya tidak melihat adanya forum di kawasan lain seperti EAS, dimana pemimpin negara dapat duduk di satu meja dan secara bebas membahas isu strategis di kawasan dan dunia,"ujar Presiden Joko Widodo saat mengawali sambutannya.
Lebih lanjut Presiden Joko Widodo menyatakan EAS memiliki ciri khas dan kekuatan untuk mewujudkan kawasan yang damai, stabil, aman dan sejahtera. Namun, kurangnya rasa percaya diri kawasan Asia Timur menjadikan dunia tidak merasakan peran aktif dari Asia Timur. Padahal EAS memiliki 54 persen populasi penduduk dunia atau sejumlah 3,9 milyar penduduk serta menghasilkan sekitar 55 persen GDP dunia atau senilai 41,67 triliun Dolar Amerika Serikat (AS).
"Apabila ini terus berlangsung, kawasan kita yang kini menjadi growth center dunia akan menjadi kawasan yang tidak kontributif pada perdamaian, keamanan dan kesejahteraan dunia," imbuhnya.
Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mengajak para pemimpin Asia Timur untuk bekerja sama meningkatkan hubungan kemitraan antar kawasan, salah satunya dengan meningkatkan kontribusi EAS dalam memperkokoh arsitektur keamanan kawasan yang tangguh dan relevan.
"Guna menjawab tantangan baru di kawasan, menghilangkan trust deficit dan berkontribusi terhadap penyelesaian sengketa secara damai serta menghadapi berbagai perubahan geopolitik di kawasan," terang Presiden Joko Widodo.
Selain itu, Asia Timur juga tetap harus memegang kuat semangat awal mendirikan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan EAS Bali Principles 2011.
"Indonesia bersama dengan anggota EAS akan meneruskan pembahasan untuk memperkuat arsitektur keamanan di kawasan Asia Pasifik dengan mengembangkan prinsip-prinsip dalam kerangka EAS,"ujar Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo juga mengajak EAS sebagai kawasan yang dikelilingi oleh Samudera Pasifik dan Samudera Hindia untuk menjaga laut yang merupakan urat nadi bagi kehidupan perekonomian kawasan dan dunia.
"EAS harus mampu memastikan bahwa laut tetap menjadi salah satu sumber utama kehidupan yang harus dijaga keamanan dan stabilitasnya," imbuhnya.
Menutup sambutannya, Presiden Joko Widodo mendorong negara EAS lainnya ikut berperan aktif merealisasikan kerja sama maritim terkait pemberantasan IUU Fishing dan kejahatan lintas batas, pembangunan ekonomi maritim yang berkelanjutan serta penguatan konektivitas.
"Dalam rangka merealisasikan kerja sama maritim di EAS, Indonesia dan Australia akan menyelenggarakan kegiatan mengenai Keamanan Maritim pada bulan November 2016 mendatang,"tutup Presiden Joko Widodo.
East Asia Summit merupakan forum regional yang dibentuk pada 14 Desember 2005 di Kuala Lumpur, dalam rangkaian KTT ke-11 ASEAN. Negara peserta EAS berjumlah 18, yaitu 10 negara ASEAN dan 8 negara Mitra Wicara ASEAN, yakni Australia, India, Jepang, Korea Selatan, RRC, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Rusia.
Pada pertemuan di Laos, EAS ke-11 ini dihadiri oleh 10 Kepala Negara/Pemerintahan anggota ASEAN dan 8 Kepala Negara/Pemerintahan Mitra Wicara ASEAN.
Berita Terkait
-
Prabowo Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Pilih Fokus Selesaikan Urusan Dalam Negeri
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Momen Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka
-
Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno