Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjamin proyek renovasi Gelora Bung Karno (GBK) yang dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games XVIII pada 2018 tidak akan merusak sejumlah bangunan yang dianggap cagar budaya karena memiliki nilai sejarah. Untuk memastikan hal tersebut, Menteri Basuki mengaku menggandeng pihak Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta terkait status heritage building yang ada di GBK.
“Kalau di GBK ijin-ijin semua sudah oke, dari Setneg sudah oke semua, dari DKI untuk yang heritage building tinggal stadion utama, yang lainnya tidak masalah,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Senin (3/10/2016). Selain menggandeng pihak Pemda DKI Jakarta untuk mengetahui sejumlah bangunan yang masuk kategori cagar budaya, ia juga mengaku menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk memberikan desain yang tepat agar renovasi tidak merusak cagar budaya yang ada.
“Kita tidak hanya bongkar dan pasang, didampingi IAI, ada yang menyangkut cagar budaya, menyangkut material supaya bagus,” kata Basuki. Dalam kunjungan tersebut Menteri Basuki didampingi Direktur Jenderal Cipta Karya Sri Hartoyo, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Syarif Burhanudin dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.
Diketahui untuk pembangunan wisma atlet dilaksanakan oleh Direkorat Jenderal Penyediaan Perumahaan. Sementara Direktorat Jenderal Cipta Karya bertugas merenovasi dan rehabilitasi venues di komplek GBK serta melakukan penataan. Ia menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Cipta Karya akan merenovasi 14 bangunan venues di Kawasan Komplek GBK.
14 bangunan tersebut yaitu Stadion Utama, lalu Tennis Indoor dan Outdoor, Gedung Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Hockey, Lapangan Panahan, Lapangan Sepakbola A/B/C, Stadion Renang dan Istora Senayan.
Selain melakukan renovasi, Ditjen Cipta Karya juga akan menata kawasan GBK untuk menciptakan kualitas ruang luar bangunan venue yang lebih baik namun dapat menyatu dengan bangunannya. Perbaikan juga dilakukan terhadap sarana dan prasarana luar bangunan seperti gerbang, loket, pedestrian, parkir, pagar, tempat duduk, toilet. Kemudian penanda kawasan, food court, playground, outdoor gym dan sampah.
Direktorat Jenderal Cipta Karya telah melakukan penandatanganan empat paket konstruksi terintegrasi rancang dan bangun (design and build) untuk pembangunan dan rehabilitasi venue Gelora Bung Karno (GBK) dan lima paket konsultan manajemen kontruksi senilai Rp 1,2 triliun pada 15 Agustus 2016 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa