Pagi ini, nilai tukar rupiah anjlok 4 persen ke level Rp13.731 per dolar AS. Ini merupakan penurunam terbesar sejak September 2011. Hingga siang ini pun Rupiah belum menunjukkan perbaikan.
Melihat kondisi tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku akan standby memantau kondisi pasar hingga penutupan perdagangan saham.
"Kami akan lihat terus perkembangan yang ada. Seperti yang pernah saya bilang, kami akan terus pantau kondisi market," kata Sri saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).
Ia pun menjelaskan, pergerakan nilai tukar mata uang ini sangat sensitif jika ada isu-isu dari global. Sehingga, pergerakan nilai tukar mata uang tak hanya rupiah akan langsung bergejolak jika ada sentimen negatif.
"Kalau ada perubahan atau spekulasi-spekulasi di global, pasti mata uang paling pertama yang terkena dampaknya. Makanya kami akan terus memantau kondisi pasar seperti apa," katanya.
Selain itu, lanjut Sri, pergerakan rupiah, lanjutnya, tergantung pada permintaan dan penawaran. Ada kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang.
"Jika melihat seluruh eksposur utang kita, tidak ada alasan untuk khawatir. Maka tidak perlu khawatir karena permintaan bisa dipenuhi dengan supply yang ada sehingga tidak ada yang disebut overshoot. Jika sifatnya spekulasi, kita akan lihat siapa yang memainkan spekulasi," ungkap Sri Mulyani.
Kendati demikian, pihaknya memastikan, pelemahan nilai tukar rupiah hari ini hanya sementara saja.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000