Keinginan untuk berada lebih dekat dengan anaknya membuat Dian Aryanti, wanita kelahiran Garut 21 September 1984 ini mundur dari pekerjaannya. Dian yang tinggal di Tarogong, Garut, Jawa Barat punya
lebih banyak waktu luang setelah tidak bekerja.
Waktu luangnya akhirnya ia pergunakan dengan membuat pisang roll yang biasa dijadikan camilan di Garut. Tak disangka, usaha yang dirintisnya ini berkembang sukses dan bahkan bisa berkembang memberikan kontribusi bagi masyarakat Garut.
"Di awal pembuatannya, pisang roll saya ini sangat berminyak dan terlihat tidak menarik. Tapi keinginan saya untuk menjadikan pisang roll sebagai oleh-oleh khas Garut ini membuat saya terus mencoba," kata Dian dalam keterangan tertulis, belum lama ini.
Jerih payah Dian akhirnya tidak sia-sia. Sampai akhirnya pisang roll buatannya punya tekstur kering dan lebih tahan lama. Namun, wanita lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini terbentur pada pemasaran produknya.
Hambatan ini tak membuat Dian berputusa asa. Akhirnya Dian memutuskan untuk banyak belajar dari pengusaha lainnya di Kota Depok, Jawa Barat. Mulai saat itu bisnis Dian berjalan lancar dan bisa menjangkau lebih banyak konsumen sampai ke daerah lain melalui pemasaran online.
Keberhasilan Dian ini membuatnya terpancing untuk berkontribusi dalam peningkatan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di sekitarnya agar tidak merasakan kesulitan memasarkan produk seperti dirinya. Sampai saat ini usaha Dian yang dirintis sejak tahun 2013, sudah memiliki 14 UKM binaan dan 42 reseller yang tersebar diseluruh Indonesia.
"Tidak hanya membantu memasarkan produk UKM, saya juga membantu usaha kecil itu untuk memperbaiki produk dan kemasannya agar lebih menarik," tutup Dian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026