Pada tahun 2017 mendatang, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk akan meluncurkan sebuah program baru proyek percontohan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk segmen mikro.
Dengan rata-rata penghasilannya adalah Rp 4,5 juta per bulan.
"Jadi nanti harganya sekitar Rp25 sampai Rp30 juta. Tapi hanya rumahnya saja, belum termasuk tanah," kata Maryono saat ditemui di Menara BTN, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).
Ia menjelaskan, program percontohan ini diluncurkan agar segmen yang disasar dari kredit mikro ini adalah pekerja informal, seperti nelayan, petani, penjual makanan keliling, dan pekerja informal yang memperoleh jumlah pendapatan tidak tetap dapat memiliki rumah idaman.
"Sekarang masih kita susun skemanya bagaimana. Nanti lah awal tahun 2017 sudah kami launching. Tunggu aja nanti ya," katanya.
Kendato demikian, Maryono mengimbau kepada masyarakat yang akan mengikuti program ini nantinya diharapkan penghasilannya tidak berbeda jauh setiap bulannya.
Hal ini bertujuan agar perseroan dapat menjaga rasio kredit bermasalahnya demgan baik.
"Pokoknya syarat KPR, bunganya masih disusun dan kalkulasikan. Yang pasti pendapatan setiap bulannya tidak berbeda jauh," ujar Maryono.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026