Delegasi perwakilan 23 negara di Kawasan Asia Pasifik sepakat mensahkan Deklarasi New Delhi sebagai hasil The 6th Asia Pacific Ministerial Conference on Housing and Urban Development - APMCHUD ke 6 (Konferensi Menteri yang membidangi Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Asia Pasifik ke 6) di New Delhi, India pada Jumat (16/12/2016).
Dalam keterangan tertulis, Minggu (18/12/2016), Delegasi Indonesia pada konferensi ini diketuai oleh Dirjen Pembiayaan Perumahan, Maurin Sitorus yang telah memberikan pernyataan nasional Delegasi RI pada pembukaan konferensi APMCHUD, 14 Desember 2016. Turut serta dalam delegasi adalah Staf Ahli Menteri PUPR bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat, Lana Winayanti dan perwakilan Ditjen Penyediaan Perumahan, Ditjen Cipta Karya serta Badan Penelitian dan Pengembangan.
Deklarasi New Delhi dibacakan oleh Menteri Perumahan, Perkotaan dan Penanggulangan Kemiskinan India - M. Venkaiah Naidu dihadapan para delegasi menandai berakhirnya pertemuan 3 hari tersebut.
Menurut Maurin Sitorus, Deklarasi New Delhi ini menguatkan komitmen masyarakat internasional khususnya di Kawasan Asia Pasifik untuk terus mendorong tercapainya pembangunan perumahan dan perkotaan yang berkelanjutan, terutama setelah disahkannya New Urban Agenda pada Konferensi Habitat 3 di Quito, Ekuador.
Deklarasi ini mengamanahkan agar pemerintah di Kawasan Asia Pasifik menguatkan dan bersama-sama menyusun aksi untuk mengimplementasikan New Urban Agenda dan memanfaatkan peluang urbanisasi, mengingat negara-negara di Kawasan Asia Pasifik memiliki tingkat urbanisasi tertinggi di dunia, serta menjamin akses ke rumah layak dan terjangkau, terutama oleh masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat terpinggirkan sehingga dapat meningkatkan standar kehidupan masyarakat.
Sesuai New Urban Agenda ada 5 kompenen yang perlu diperhatikan dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan dan melakukan transformasi yaitu: kebijakan nasional perkotaan yang tepat, kerangka peraturan yang kuat, perencanaan perkotaan dan regional yang terpadu, instrumen pembiayaan perkotaan yang efektif, serta kemampuan dan kapasitas pemerintah yang memadai di semua tingkatan.
Indonesia Berbagi Pengalaman Manajemen Penanggulangan Bencana
Selain Deklarasi New Delhi juga disahkan Rencana Implementasi New Delhi yang merumuskan tujuan dan kegiatan-kegiatan APMCHUD untuk dua tahun ke depan dalam 5 kelompok kerja (Pokja). Indonesia yang juga merupakan Koordinator Pokja 5 tentang Pembangunan Perkotaan dengan fokus pada Penanganan Bencana Alam dan Bencana Akibat Perubahan Iklim mendorong kepedulian negara-negara di Asia Pasifik untuk meningkatkan kerjasama dan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagi dokumentasi praktek baik dalam rangka memperkuat peran APMCHUD sebagai simpul pengetahuan.
Dalam diskusi Pokja 5, isu pembangunan perkotaan yang terkena dampak bencana perang dan aksi teroris diangkat dan diusulkan menjadi topik bahasan sehingga judul Pokja 5 disesuaikan menjadi 'Urban Development with a focus on Natural, Man-made and Climate-induced Disasters', dengan sub-tema 'Building Urban Resilience' atau membangun perkotaan yang tangguh. Sangat menggembirakan bahwa negara Irak dan Nauru siap mendukung Pokja 5 sebagai wakil koordinator.
Baca Juga: Tiga Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan Telah Rampung
Pengalaman dan keberhasilan Indonesia dalam manajemen penanggulangan bencana sangat diapresiasi negara-negara Asia Pasifik yang ingin mempelajari lebih mendalam. Hal ini akan menjadi fokus dari program kegiatan RCCEHUD (Regional Center for Community Empowerment in Housing and Urban Development) yang berada dibawah binaan Balitbang Kementerian PUPR.
Indonesia tetap mendapatkan kepercayaan dari negara-negara anggota untuk menjadi anggota Biro bersama dengan India (sebagai ketua), Korea, Iran, Irak, Jordania, Srilanka dan Nauru. Terjadi pergantian anggota biro APMCHUD ke-6 dimana Maldives dan Samoa diganti dengan Nauru.
Dua pertemuan penting untuk membahas tindak lanjut Deklarasi New Delhi dan juga New Urban Agenda yang materinya perlu disiapkan Indonesia adalah Governing Council UN Habitat di Nairobi bulan Mei 2017 dan World Urban Forum di Kualalumpur tahun 2018.
Dalam penutupan konferensi APMCHUD ke-6 diumumkan tuan rumah APMCHUD ke-7 tahun 2018 yaitu Iran. Bila tidak ada usulan negara tuan rumah dari negara lain, diharapkan Indonesia dapat kembali menjadi tuan rumah APMCHUD pada tahun 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat